Sabtu, 24 Agustus 2019

Halaman Persembahan di Skripsi dan Hal-Hal yang Berjasa Selama Proses Perkuliahan Kita



Suatu hari, seorang teman pernah iseng membuka file skripsi saya hanya untuk melihat sebuah halaman: halaman persembahan.

Suatu hari, seorang teman pernah iseng membuka file skripsi saya hanya untuk melihat sebuah halaman: halaman persembahan. Dalam halaman persembahan, mahasiswa biasanya menuliskan ucapan terima kasih kepada orang-orang yang berjasa dalam hidupnya dan yang menemaninya selama proses kuliah dan pengerjaan skripsi.

Sebagian besar mahasiswa biasanya menuliskan ucapan terima kasih kepada orangtua, saudara, paman-bibi, sepupu, sahabat, teman-teman seangkatan hingga pacar. Saya kadang berpikir, mengapa perlu sedetail itu? Bagaimana kalau setelah ini ia malah putus dengan pacarnya? Kan, malah membuat gagal move on.

Seorang teman menjawab, “skripsi ini salah satu peristiwa besar dalam hidup kita. Jadi, perlu untuk mengenang orang-orang yang berjasa membantu kita selama ini.” Saya cuma manggut-manggut. Sungguh idealis sekali. Kali lain, teman saya juga pernah berkomentar, “Mengerjakan skripsi sama halnya dengan menciptakan kenangan. Perlu untuk menuliskan orang-orang yang hadir dan menemani kita di saat kita membutuhkan, termasuk pacar.” Sungguh, betapa puitisnya.

Padahal, menurut saya, ada hal-hal lain yang keberadaannya sangat krusial dan berjasa dalam dunia perkuliahan kita. Membayangkan jika hal-hal tersebut tidak ada, saya yakin, urusan dunia perkuliahan hingga pengerjaan skripsi akan amburadul, nggak karuan.

Nah, karena saya orang baik, saya akan memetakan hal-hal apa saja yang sebenarnya sudah sangat berjasa dalam dunia perkuliahan kita saya sehingga perlu disampaikan ucapan terima kasih di halaman persembahan. Semuanya sudah saya susun berdasarkan hierarki kebutuhan paling utama hingga yang hanya sebagai pelengkap.

  1. Internet
Coba kamu bayangkan bagaimana rasanya jika seandainya tidak ada internet di dunia ini? Segalanya harus kamu kerjakan dengan cara manual. Susah, kan?
Internet adalah sarana paling utama dalam membantu percepatan tugas perkuliahan kita saya. Di sana, sudah terdapat beragam informasi untuk memudahkan proses perkuliahan. Apa pun yang ingin kita saya ketahui, tulis saja di kolom pencarian Google. Selesai. Maka dari itulah, internet adalah hal utama yang paling berjasa dalam dunia perkuliahan kita saya. Sampaikan salam hormat dan terima kasih pada internet.

  1. Laptop
Laptop adalah media paling krusial dalam proses perkuliahan. Melalui laptop, sebagian besar tugas dapat kita saya selesaikan dengan mudah. Mau mengerjakan tugas? Ketik saja di laptop. Mau membuat analisis penelitian, laptop adalah teman yang paling utama.
Maka, tak heran banyak mahasiswa yang merasa menyayangi laptopnya lebih dari pada ia menyanyangi pacarnya sendiri. Soalnya, selain sebagai tempat mengerjakan tugas, laptop juga tempat penyimpanan file terbaik. Maka, tak heran kalau benda satu ini layak mendapatkan ucapan terima kasih dan disebutkan dalam halaman persembahan skripsi. Skripsi kita saya nggak akan selesai kalau laptop macet, bray. Percaya, deh.

  1. Ctrl+C
Bagi saya, Ctrl+C merupakan salah satu kombinasi tombol di keyboard paling berjasa dalam dunia perkuliahan kita saya—nggak tahu kalau bagi mahasiswa lainnya.
Sampai detik ini, saya tidak dapat membayangkan kehidupan saya tanpa kombinasi tombol tersebut. Pasti sangat sulit, soalnya harus menulis semuanya dari awal. Maka, di halaman persembahan skripsi, sudah sepatutnya kombinasi tombol Ctrl+C mendapatkan banyak ucapan terima kasih.

  1. Ctrl+V

Kombinasi tombol Ctrl+V adalah saudara dari Ctrl+C. Keduanya terikat satu sama lain. Tidak dapat dipisahkan. Jika kita saya mengkopi tulisan, otomatis kita saya harus menyalinnya di lembaran lain. Nah, itulah fungsinya kombinasi tombol Ctrl+V. Salah satu hal yang harus mendapatkan apresiasi ucapan terima kasih dan namanya harus dikenang dalam halaman persembahan.

5.      Kertas
Sebagian besar tugas dalam perkuliahan membutuhkan kertas. Tugas makalah, butuh kertas. Tugas analisis, butuh kertas. Laporan praktikum, pakai kertas. Hingga tugas membuat mind maping suatu mata kuliah, juga butuh kertas. Kertas adalah kebutuhan primer mahasiswa.
Meski keberadaan kertas sering kali dilupakan di akhir perkuliahan dan hanya dibiarkan menumpuk di sudut kamar kos, tapi kertas selalu menemani. Ia ada di saat-saat kritis kita saya. Tempat segala hal pernah tercurah, makanya banyak kertas yang bernilai sentimental.
Bagi saya, kertas-kertas revisian skripsi yang berjibun dan menggunung sangat sayang untuk dibuang—meskipun akhirnya tetap harus dikilokan sebagai ongkos pulang kampung. Kertas-kertas penuh coretan tersebut seolah menjadi saksi bisu betapa kerasnya perjuangan kita saya selama kuliah. Terima kasih kertas! Jasamu akan selalu dikenang.


6.      Printer
Printer adalah bagian puncak dari hal-hal yang sangat berjasa selama proses perkuliahan kita saya. Bayangkan jika tidak ada printer? Kita saya terpaksa harus menulis semuanya di kertas,secara manual. Membayangkannya saja sudah capek, kan? Maka dari itu, berterima kasihlah pada printer. Ia selalu ada untuk membantu memudahkan tugas-tugas kita saya.


7.      Percetakan
Bagi saya, percetakan ibarat superhero di film. Muncul paling belakangan dan menjadi sangat berjasa. Kira-kira begitulah dalam bayangan saya.
Saya tidak tahu-menahu betapa pentingnya percetakan hingga di akhir perkuliahan, ketika harus menjilid skripsi yang lembaran dan formatnya ribet banget. Percetakan adalah solusi dari masalah penjilidan skripsi. Makanya, saya mengatakan bahwa ia ibarat superhero yang munculnya belakangan, hehe.
Percetakan membantu saya mendapatkan tanda tangan dosen pembimbing, tanda tangan dekan, mendaftar yudisium, mendapatkan SKL, dan wisuda. Soalnya semua hanya bisa dilakukan jika skripsi sudah berhasil dijilid. wkwk. Terima kasih percetakan! (*)


Sumber : https://mojok.co/terminal/halaman-persembahan-di-skripsi-dan-hal-hal-yang-berjasa-selama-proses-perkuliahan-kita/

Rabu, 10 Juli 2019

Girl Looking Up At The Night Sky




 Apakah kamu masih ingat kalau aku menyukai bintang? Apakah kamu sedang bermalam diluar sambil melihat keatas? Apakah disana banyak bintang?

Do you believe it, aku sedang melihat bintang dan mengukir bintang itu menjadi momen kita saat bersama.

Stay healthy. Work hard over there.
Tak akan ada seorangpun yang mau melihat orang yang disayang terluka.

Jumat, 31 Mei 2019

Malam 7 liko

Tradisi 7 Likur atau 7 Liko dalam pelafalan lidah orang Daik, kabupatan Lingga tak pernah padam. Lampu-lampu pelita berbahan bakar minyak tanah dari sumbu kain bekas dan goni yang diisi dalam limbah minuman kaleng berpijar disudut rumah dan ruas-ruas jalan.
Tradisi yang satu ini boleh dikatakan paling dinananti saat penghujung bulan Ramadhan atau bulan puasa. Dilaksanakan setiap malam ke 27. Tidak hanya di Daik, kampung-kampung di sekitar wilayah pulau Lingga juga melaksanakan tradisi serupa.
Bahkan, dibeberapa daerah serumpun lainnya seperti Bangka, Bengkalis di Riau serta beberapa daerah lain juga melaksanakan tradisi ini. Hanya nama dan penyebutannya yang sedikit berbeda.
Di Bangka, tradisi ini di sebut Nujuh Likur. Di Riau mengenalnya dengan istilah Festival Lampu Colok dan juga Gunung Api. Merangkai lampu-lampu dalam bentuk yang beragam.
Namun tetap bercorak Islami. Seperti bangunan masjid, gubah, bulan-bintang ditambah pula seni kaligrafi serta motif-motif melayu yang umum ditemukan di Daik. Dikemas dalam sebuah bangunan Pintu Gerbang oleh para pemuda. Ada juga yang menambah ucapan selamat Hari Raya.
Tradisi ini bukan merupakan ritual orang melayu. Ataupun sesuatu yang hukumnya wajib untuk dilaksanakan. Hanya terasa kurang lengkap jika kemeriahan bulan puasa yang memang dipandang sangat spesial dari bulan-bulan lainnya tidak diisi dengan kreasi seni rupa tersebut.
Pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, umat muslim di ingatkan untuk meningkatkan ibadahnya. Karena ada malam besar. Salah satu dari malam ganjil yang kebaikkannya lebih dari 1000 bulan. Malam Lailatul Qadar.
Menurut orang-orang tua di Daik, tradisi 7 Liko yang berawal dari kampung-kampung ini tujuannya memudahkan orang-orang untuk pergi ke surau ataupun masijid. Jalan-jalan kampung yang gelap diberi lampu pelita. Dimulai dari malam ke 21 atau dikenal malam Se Liko atau Satu Likur.
Kemudian terus berkembang dengan berbagai tambahan dan kreasi. Menurut orang-orang tua di Daik, baru tahun 50 an, tradisi 7 Liko dimeriahkan dengan Pintu Gerbang. Awalnya hanya lampu pelita yang diasang dimasing-masing perkarangan rumah.
Hasil kreasi anak-anak muda ini kemudian menjadi spirit baru berkarya. Ditambah lagi, saat Lingga masih berstatus kecamatan dulu, ada apresiasi. Pintu Gerbang diperlombakan. Hampir rata tiap-tiap kampung ikut berpartisipasi. Menata seindah mungkin, secantik mungkin. Semangat bergotong royong hidup. Warga berswadaya mencari kayu dihutan hingga mengumpulkan uang untuk membeli perlengkapan minyak tanah, kertas, serta juadah yang kadang juga disumbang dari rumah-rumah untuk anak muda yang bekerja.
Kemeriahan malam 7 Liko menjadi yang dinanti-nanti. Tradisi yang menjunjung kebersamaan dalam menghidupkan kampung-kampung melayu. Semodren apapun perkembangan dunia hari ini, terasa kurang lengkap jika kampung-kampung melayu tidak lagi melaksanakan 7 Liko.

Sumber : http://www.pulaulingga.com/arsip/1020

Jumat, 17 Mei 2019

Barang yang Sering Kita Gunakan Ini Ternyata Sarang Penyakit


          

Selama ini mungkin kita beranggapan kalau toilet umum merupakan tempat yang paling banyak terdapat kuman dan bakterinya, padahal enggak lho!
Tahu enggak, ternyata justru barang-barang yang sering kita gunakan sehari-harilah yang bisa jadi sarang banyak kuman dan bakteri, hingga akhirnya menimbulkan berbagai macam penyakit.
Yuk cari tahu barang-barang yang sering kita gunakan yang ternyata jadi sarang penyakit. Salah satunya remot TV!


Sikat gigi
Bulu sikat gigi yang dalam keadaan basah ternyata jadi sarang berkembang biaknya bakteri Serratia Marcescens, sebuah bakteri yang bisa menyebabkan penyakit meningitis hingga kerusakan selaput darah.
Enggak cuma bulu sikatnya aja, gagang sikat gigi juga merupakan sarang kuman karena sering melakukan kontak langsung dengan tangan kita!


Remot TV
Remot TV yang sering kita pegang setiap hari ini ternyata jadi 'rumah' bagi bakteri coliform, jamur, serta kuman-kuman yang lain.
Bahkan, bakteri yang terdapat pada remot TV dapat mengakibatkan infeksi Staphylococcus Aureus!
Rata-rata terdapat 67,6 koloni bakteri yang berkembang biak pada remot TV.


Spons cuci piring
Ternyata lebih dari 10 juta bakteri terdapat pada spons cuci piring yang ada di dapur kita lho!
Itu artinya bakteri yang terdapat pada spons cuci piring jumlahnya 200 lebih banyak dibandingkan yang ada di toilet umum.
Enggak cuma spons cuci piringnya aja, bakteri seperti Salmonella dan E. Coli terdapat pada 45% permukaan wastafel tempat kita mencuci tangan atau mencuci piring!


Handphone
Handphone yang selalu menempel di tangan kita sebenarnya jadi sarang berbagai macam bakteri yang bisa menimbulkan macam-macam penyakit.
Bakteri Staphylococcus aureus yang ada pada handphone kesayangan kita bisa menyebabkan infeksi kulit, pneumonia, hingga keracunan makanan!
Saat handphone diletakkan di saku baju atau celana kita, ternyata terdapat bakteri yang jumlahnya 10 kali lebih banyak dari bakteri yang ada pada toilet umum.


Dompet
Enggak cuma handphone, barang yang selalu kita bawa ke mana-mana lainnya, yaitu dompet, bisa menjadi sarang berkembang biaknya bakteri jahat.
Salah satu penyebabnya adalah karena benda ini jarang kita bersihkan. Bener kan, girls?
Sebuah penelitian tahun 2012 menunjukkan kalau terdapat banyak banget bakteri yang bersembunyi di dalam tas dan dompet.
Eits, enggak cuma tas dan dompet aja. Bahkan makeup pouch kesayangan kita menyimpan jutaan bakteri dan kuman penyebab penyakit!


Keyboard
Pada keyboard komputer, terdapat berbagai macam bakteri seperti Staph, Coliform, jamur, dan jenis-jenis kuman lainnya.
Coba bayangkan kalau setiap hari kita ngetik berjam-jam memakai keyboard, enggak kehitung lagi deh berapa banyak kuman dan bakteri yang menempel dan berpindah pada tubuh kita!
Maka dari itu, kalau kita ingin mengambil makanan, selalu usahakan mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu ya, girls! (*)


Jumat, 08 Maret 2019

Punya Gebetan Teman Satu Kelas, 5 Hal Ini Pasti Kita Lakukan!



Girls, ngaku deh. Kamu pasti pernah naksir sama teman satu kelas kamu kan? Hi-hi. Kalau istilah ‘Suka karena sering bertemu’ mungkin beneran nyata ya, karena mungkin banget kita naksir sama teman satu kelas kita disebabkan setiap hari ketemu sama doi. Yup, bisa banget cowok ini bakalan jadi gebetan kita ya! Dan kita enggak perlu khawatir kalau memang naksir sama cowok yang sekelas sama kita, cukup jadi diri kita sendiri saja pasti dia bisa melihat kalau kita itu cewek yang menarik!
Percaya atau enggak nih, kalau kamu punya gebetan satu kelas, pasti kamu akan melakukan 5 hal ini!


Berusaha buat satu kelompok dengan dia
Saat mendapatkan tugas kelompok, maka kita akan memiliki harapan untuk bisa satu kelompok dengan dia. Kalau memang kita lagi beruntung, kita bisa saja mendapatkan kelompok yang sama dengan gebetan. Tapi kalau enggak satu kelompok, kita tetap bisa berusaha diskusi dengan dia dengan membawa topik tugas yang dikasih guru, lho!


Saat melakukan presentasi di depan kelas, enggak berani melihat mata dia
Saat kita mendapatkan tugas untuk melakukan presentasi di depan kelas, mungkin kita akan menjadi semakin nervous dan enggak berani melihat mata gebetan. Kita akan sesekali mencuri pandang untuk melihat gebetan, dan saat mata kita bertemu dengan matanya, kita jadi deg-degan dan salting. Tapi mungkin gebetan yang melihat sikap kita ini akan merasa bahwa kita adalah cewek yang cute dan menjadi daya tarik kita tersendiri di matanya.


Menjadi bagian dari pengurus kelas
Supaya kita bisa sering berinteraksi dengan gebetan, maka kita mungkin akan menjadi bagian dari pengurus kelas. Kita bisa mencari topik yang berhubungan dengan kepentingan kelas untuk bisa mengobrol dengan gebetan. Misalnya kita menjadi bendahara kelas, kita bisa menghampiri gebetan untuk memintanya membayar iuran kelas, bisa banget loh sekalian basa-basi ngobrol sedikit bareng gebetan, he-he.


Menunjukkan kemampuan kita di salah satu mata pelajaran
Menunjukkan kemampuan depan gebetan, bisa menarik perhatiannya, lho! Misalnya kita mahir dalam bahasa Inggris, maka saat ada pelajaran bahasa Inggris kita menjadi lebih banyak menjawab pertanyaan guru dan enggak ragu ketika diminta guru menjelaskan kepada teman-teman yang lain supaya gebetan menjadi terkesan dengan kemampuan kita.


Menjadi lebih sering tertawa dan tersenyum
Saat di kelas sedang suasana yang santai, mungkin kita menjadi lebih mudah tertawa saat ada lelucon yang disampaikan oleh gursu ataupun teman. Selain itu juga kita menjadi lebih murah senyum kepada teman-teman dan pastinya kepada gebetan. Karena kita ingin menunjukkan pribadi kita yang ramah dan ceria di hadapan gebetan.


Penting! Minum 7 Suplemen Ini di Usia 20-an supaya tetap sehat di usia tua.

Umumnya, usia 20-an adalah usia di mana kita sedang sehat-sehatnya. Nge-gym selama 2 jam? Bisa. Naik gunung hingga berhari-hari? Hayuk. Bega...