Kamis, 25 Februari 2016

Fase Fase Perkembangan Antropologi


Fase perkembangan Antropologi terbagi menjadi empat bagian:

1. Fase pertama

Fase ini terjadi sebelum sehabis tahun 1800, sekiranya akhir abad 15 hingga awal abad 16 orang eropa mulai mengelilingi wilayah wilayah dikawasan Asia, Afrika dan Amerika, semenjak saat dalam perkembanganya permukaan bumi ini mulai terkena pengaruh Negara-negara Eropa Barat. Dalam perkembanganya mulai terkumpul catatan, buah cerita laporan dan buku-buku kisah cerita dari para musafir, pelaut, pendeta penyiar agama dan pegawai pemerintah jajahan mengenai wilayah yang mereka datangin. Dalam buku-buku itu termuat mengenai deskripsi bangsa-bangsa yang terdapat di Afrika, Asia, Oseania dan suku-suku bangsa lainnya. Bahan-bahan deskripsi tersebut sangat menarik perhatian bangsa Eropa karena perbedaan dari wilayah yang dikunjungi dengan adat istiadat, bahasa, susunan masyarakat dan cirri-ciri fisik bangsa-bangsa Eropa Barat.

Bahan-bahan pengetahuan tadi disebut etnografi, atau seskripsi tentang bangsa-bangsa. deskripsi yang diperoleh tadi biasanya tidak begitu teliti sehingga seringkali bersifat kabur, dan kebanyakan hanya memperhatikan hal yang menurut orang Eropa nampak aneh saja, jikalau ada pula karangan-karangan yang baik dan bersifat lebih teliti.

Dari keanehannya, maka bahan etnografi tadi sangat menarik perhatian kaum terpelajar di Eropa Barat sejak abad ke 18. Kemudian dalam pandangan orang Eropa munculah pertentangan terhadap bangsa Amerika, Afrika Asia dengan juga Oseania tadi, yaitu: sebagian orang eropa menganggap ialah mereka keturunan iblis dan bukan bangsa yang merupakan keturunan manusia, ada juga yang menganggap mereka merupakan bangsa yang masih murni yang belum tersentuh oleh kejahatan, serta yang terakhir sebagian orang Eropa tertarik akan adat-istiadat dan mulai mengumpulkan benda-benda kebudayaan asal Amerika, Afrika, Oseania dan Asia sehingga muncul museum-museum kebudayaan luar Eropa.

Pada awal abad ke-19 perhatian terhadap himpunan pengetahuan tentang masyarakat, adat istiadat dan ciri-ciri fisik bangsa-bangsa di luar Eropa dari pihak dunia ilmiah menjadi sangat besar, demikian besarnya sampai timbul usaha-usaha pertama dari dunia ilmiah untuk mengintegrasikan seluruh himpunan bahan pengetahuan etnografi tadi menjadi satu.

2. Fase Kedua

Masa ini berlangsung pada pertengahan abad ke-19, pada mas ini mulai muncul tulisan-tulisan ataupun berupa karangan yang menyusun bahan etnhografi tersebut berdasarkan cara berikir evolusi masyarakat. Secara singkat kerangka berfikir tersebut bisa di golongkan sebagai berikut: Masyarakat dan kebudayaan manusia telah berevolusi dan sangat lambat dalam jangka beribu-ribu taun dengan berbagai tingkatan evolusi, serta sebagai patokan peringkat tertinggi ialah masyarakat yang hidup seperti masyarakat di Eropa Barat. Sistem masyarakat yang bertempat tinggal di luar Eropa disebut oleh mereka(orang Eropa) sebagai bangsa sederhana, diakui sebagai sisa-sisa kebudayaan teladan yang masih hidup hingga sekarang. Bersumber pada konteks berpikir tersebut maka pada tahun kurang lebih 1860 muncul beberapa karangan yang membandingkan tingkat kebudayaan dari masing-masing bangsa berdasar tingkat-tingkat kemajuan, sehingga timbul bidang antropologi.

Lalu timbul pula beberapa karangan yang akan mengobservasi sejarah penyebaran kebudayaan bangsa-bangsa di muka bumi. Disini pula orang Eropa masih mengaku kebudayaan diluar Eropa merupakan sisa-sisa kebudayaan terdahulu yang masih lama, sehingga dengan meneliti kebudayaan tersebut maka mereka dapat memahami sejarah penyebaran kebudayaan manusia. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa fase perkembangannya yang kedua ini ilmu antropologi berupa suatu ilmu akademikal; dengan maksud yang dapat dirumuskan sebagai berikut: mengetahui masyarakat dan kebudayaan sederhana dengan maksud untuk mendapat suatu pengertian tentang tingkat-tingkat lama dalam sejarah perkembangan dan sejarah penyebaran kebudayaan manusia.

3. Fase Ketiga

Fase ini berlangsung pada awal abad ke-20. Pada awal abad ke-20, sebagian banyak negara-negara penjajah di Eropa masing-masing berhasil untuk mencapai keamanan kekuasaannya di daerah-daerah jajahan di luar eropa. Untuk keinginam daerah jajahan dimana pada waktu itu mulai mengarahkan ilmu antropologi sebagai suatu ilmu yang malah mempelajari bangsa-bangsa di daerah luar eropa yang menjadi sangat penting. Sejak itu timbul anggapan bahwa mempelajari bangsa-bangsa di luar Eropa itu penting.

Suatu ilmu antropologi dengan sifat-sifat seperti yang terperinci di atas terutama berembang di negara Inggris sebagai negara penjajah yang utama, tetapi juga di nyaris semua negara kolonial lainnya. Selain itu ilmu antropologi di Amerika Serikat yang bukan negara kolonial tetapi mengalami berbagai persoalan yang berhubungan dengan suku-suku bangsa Indian yang merupakan suku asli atau penduduk asli Benua Amerika kemudian terpengaruh oleh ilmu antropologi yang baru tadi. Dalam fase ketiga ini ilmu antropologi menjadi suatu ilmu yang realistis dan tujuannya dapat dirumuskan sebagai berikut : Mempelajari masyarakat dan kebudayaan suku-suku bangsa di luar Eropa guna kepentingan pemerintah kolonial dan guna mendapat suatu pengertian tentang masyarakat masa sekarang yang kompleks.

4. Fase Keempat

Fase ini kira-kira setelah 1930. Pada fase ini ilmu antropologi mengalami masa perkembangannya yang paling luas. Hal ini termasuk bertambahnya bahan pengetahuan yang jauh lebih tepat, maupun mengenai ketajaman dari metode-metode keilmuannya. Kecuali itu kita lihat adanya dua pergantian di dunia, yaitu timbulnya anti pati terhadap kolonialisme terhadap perang dunia II, serta cepat hilangnya bangsa-bangsa sederhana (dalam arti bangsa-bangsa asli dan terpisah dari pengaruh kebudayaan Eropa dan Amerika) yang sekitar tahun 1930 mulai hilang, dan sesudah perang dunia II memang hampir tak adalagi di muka bumi.

Proses tersebut menyebabkan seolah-olah lapangan dalam ilmu antropologi sudah pernah hilang, sehingga memunculkan sebuah bantuan untuk memunculkan ide untuk mengembangkan lapangan penelitian dengan ide dan tujuan baru. Adapun bahan-bahan etnografi yang terdapat dalam fase pertama, kedua maupun yang ketiga tidak dibuang begitu saja melainkan dijadikan sebagai dasar bagi perkembangannya yang baru. Pengembangan itu terjadi di amerika Serikat tetapi menjadi umum di negara-negara lain setelah tahun 1951, setelah 60 orang ahli antropologi dari berbagai negara Amerika dan Eropa, menjalin sesuatu simposium internasional untuk mempelajari dan merumuskan dasar tujuan ruang lingkup dari ilmu antropologi yang baru.

Mengenai tujuannya, ilmu antropologi yang baru dalam fase perkrmbangannya yang keempat ini dapat dibagi dua yaitu tujuan akademikal dan tujuan praktisnya. Tujuan akademikalnya adalah mencapai pengertian tentang makhluk-makhluk manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna bentuk fisiknya, masyarakat, serta kebudayaannya. Karena disalam praktek ilmu antropologi biasanya mempelajari masyarakat suku bangsa, maka tujuan praktisnya adalah mempelajari manusia dalam aneka warna masyarakat suku-bangsa guna membangun masyarakat suku bangsa itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Zack Tabudlo - Give Me Your Forever Lyrics

  Do you remember When we were young you were always with your friends Wanted to grab your hand and run away from them I knew that it was ti...