Sabtu, 30 Januari 2016

Bahasa Inggris

Past ---> masa lalu (were)
perfective
progessive
ex
1. I wrote white as special pen.
2. I was writing with aspecial pen 

Present ---> saat ini (has/have/had)
progressive
ex =
1. for generation, Nepal has produced briliant wantainess. (present)  (wantainess = pendaki gunung)
2. John has lived in paris for ten years (present)
3. john lived in paris from 1950 untill 1960. (past)

future ---> masa depan (will,will not go)
modal going to
ex = 
1. i will write a letter. 
    i am going to write a letter 
_____________________________________________________________________________


Rabu, 20 Januari 2016

AZAZ AZAZ MANAJEMEN

manajemen ---> mengatur, mengendalikan, mengolah ---> sesuatu
1. generasi pertama ---> individual ---> manusia purba.
2. generasi kedua ---> organiasi ---> kerja sama ---> tujuan organiasi. contoh : memvoting partai. (HIMARA : himpunan administrasi negara )
3. generasi ketiga ---> kuantitatif (jumlah angka0 ---> target.
misal : - publik sabun, harus sebulan keluarin 1.000 produk.
          - mahasiswa sitisipol 500 harus merekrut.
4. generasi keempat ---> kualitas ---> TQM (total quality management)
( kualitas   ----> kepuasan -----> loyal (kesetiaan). )
    baik  
5. generasi kelima ---> karyawan di dalam = aset (manusia bagian organisasi ) ---> penuhi kebutuhan karyawan.

kesimpulan : yang mana generasi terbaik ? generasi kelima. manusia sebagai manusia --> organisasi produksi.

fungsi manajemen.
1. fungsi organik
mutlak dijalankan oleh manajemen, bila tidak ....

2. fungsi pelengkap
tidak mutlak, sebaiknya dilaksanakan, karna pelaksanaan fungsi itu dengan baik, akan meningkatkan efisiensi, memperlancar usaha pencapaian tujuan dengan efisien, ekonomis, dan efektif. (contoh: budaya organisasi)

prinsip manajemen
1. pembagian pekerjaan
spesialisasi di segala bidang untuk mencapai efisiensi & efektivitas penggunaan pegawai.
contoh : ayah tugasnya memberi nafkah.
2. kewenangan dan tanggung jawab
keseimbangan antara wewenang (kekuasan) dan tanggung jawab (hak)
3. disiplin
contoh : mentaati peraturan.
4. kesatuan perintah
contoh : komando agar orahnya sama (mematuhi aturan dari atas sampai bawah).
5. berkaitan dengan 5. kesatuan arah.
6. kepentingan umum di atas kepentingan individu.
contoh :....
7. gaji/ upah/ penghasilan.
gaji = sesuatu hak yang berhak diterima, setelah pekerjaan selesai
upah = uang yang didapat setelah pekerjaan selesai
penghasilan = pendapatan keseluruhan.
= penghasilan lebih besar dari gaji.
8. sentralisasi (terpusat perintah)
9. jenjang hirarki = setiap orang bertanggung jawab pada pekerjaan yang ada di atasnya.
10. 0rder (ketertiban )
contoh : orang yang mengobrol tidak masuk materi karena tidak tertib.
11. keadilan.
menepatkan sesuatu pada tempatnya.
contoh : uang jajan
sama rata sama rasa ---> ideologi komunis
12. stabilitas jabatan pegawai
di dalam / perusahaan kenaikan jabatan
contoh : dari status bawah ke atas.
13. kepastian dalam bekerja
ada kontrak di swasta.
ada NK di PNS.
14. inisiatif / prakarsa.
bekerja tidak hanya disuruh.
contoh: membersihkan rumah, dilihat sampah dibuang tempat sampah.
15. kesetiakawanan
.....

Dasar Logika

- kebenaran ikhiyah (SQ)
- kebenaran ilmiah / intelektual / IQ
- emosional / EQ

objek materi : objek yang sifatnya umum dari 1 pengetahuan
objek kormil : objek khusus ocus interest. dari ilmu pengetahuan

filo : bijaksana
safi : tercinta
filosofi : orang yang terbijaksana

episeminologi : membandingkan 1 dengan yang lain
ontologi : kajian ilmu pengetahuan
_____________________________________________________________________________

definisi berpikir : aksi yang menyebabkan pikiran mendapatkan pengertian baru dengan perantaraan hal yang sudah diketahui.

unsur unsur pemikiran :
- menangkap sesuatu sebagaimana adanya
- memberikan keputusan
- merundingkan, menghubungan keputusan sedemikian rupa.

kondisi berpikir yang baik :
- cintailah kebenaran
- ketahuilah dengan sadar apa yang sedang anda kerjakan
- ketahuilah dengan sadar apa yang anda katakan
- buatlah perbedaan dan pembagian yang  semestinya
- cintailah definisi dengan tepat
- ketahuilah dengan sadar mengapa anda menyimpulkan begini dan begitu.

_____________________________________________________________________________


Pengantar Ilmu Politik

                                                                          politik sebagai ilmu
                                                               pengetahuan seorang politikus

seorang politikus dapat dibagi ke dalam 4 kriiteria sebagai berikut :
- politikus yang sadar bahwa dirinya mengerti dan dapat menjelaskan sesuatu ke orang lain.
- seorang politikus yang sadar bahwa dirinya tidak mengerti oleh karena itu perlu belajar sehingga dia mengerti.
- politikus yang tidak sadar bahwa dirinya sudah banyak pengetahuannya tetapi tidak percaya diri.
- seorang politikus yang tidak sadar bahwa dirinya tidak tahu apa apa. dan ia sombong dan tidak sadar diri. misalnya seorang DPR sudah di demo tetapi ia tetap bertahan sebagai dewan.

pada prinsipnya tahu itu terdiri dari :
1. tahu mengerjakannya (know to do)
2. tahu bagaimana (know to how)
3. tahu mengapa (know to why)
itulah sebabnya kemudian lahirlah kajian pokok dalam pengetahuan yaitu ontologi, epistemologi, aksiologi.
di dalam pengetahuan dikenal berbagai ilmu, berbagai moral, berbagai seni yang semuanya disebut dengan logika, etika, estetika. (keindahan)
ilmu adalah suatu objek ilmiah yang memiliki sekelompok prinsip dahlil rumus melalui percobaan yang sistematis dilakukan berulang kali. dan teruji kebenarannya dapat diajarkan dan dipelahar. (sondang syakiah)
menurut prayudi admorsodirjo syarat syarat ilmu harus memiliki objek teknologi metodologi filosofis dan teori yang khas (khusus)

fungsi kerja ilmu terbagi 3 bagian :
1. ilmu teoritis rasional.
2. ilmu empiris praktis
3. ilmu teoritis empiris
menurut plato kebenaran itu bersifat subjektif artinya benar seseorang belum tentu benar orang lain.
seorang ilmuwan sekuler (bebas) dapat berkata benar tetapi tidak baik dan tidak indah.
_________________________________________________________________________________

definisi ilmu politik

bahwa politik : bermacam macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara). yang menyangkut proses menentukan tujuan tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan tujuan itu.

politik selalu menyangkut tujuan tujuan dari seluruh masyarakat (public goals) dan bukan tujuan pribadi seseorang (private goals). politik menyangkut kegiatan kegiatan berbagai kelompok termasuk parpol dan kegiatan orang seorang.

hubungan satu dengan yang lain adalah masyarakat. politik berkaitan dengan orang banyak tidak bersifat pribadi. untuk membedakan politik, apa yang dibicarakan (what you talking to? )

konsep konsep politik :
1. negara (objek)
indonesia. apa yang dibicarakan tentang negara
2. kekuasaan (power) <---> listrik
dikantor pemerintah <---> [ada namanya struktur organisasi (lurah, camat, dll). uang yang dipakai uang daerah. SKPD (anggaran dalam 1 tahun) PU punya anggaran untuk membangun jalan misalnya tidak memandang umur, pendidikan yang tinggi, jadi patuh kepada yang diatas (kepala). di rumah tangga, kekuasaannya bapak. kekuasaan berkaitan dengan negara. panglima, lurah punya kekuasaan baik politik itu tergantung orang di balik politik].  itu polik, keluarga bukan termasuk politik.
3. pengambilan keputusan (decision making). struktur. presiden berhak mengambil keputusan.
4. kebijaksanaan. (policy)
contoh : mahasiswa telat, dosen bijaksana untuk masuk kelas. bertentangan ketentuan.
5. pembagian (distribution) atau alokasi (alokation).
jabatan, kepala bidan ---> pembagian
proyek A dan B ---> alokasi
sepanjang pembangunan jalan masih dikatan pembagian.
_______________________________________________________________________________

moral dan budi pekerti (politikus)

dalam pandangan agam bahwa kita harus mengasihi sesama umat manusia termasuk orang orang yatim piatu, fakir miskin, orang tua jompo sampai dengan orang yang menuntut ilmu. bahkan harus memperlakukan tumbuh tumbuhan dan hewan sebagaimana yang ditunjukkan oleh tuhan.

jadi, kasih itu ditunjukkan kepada kebaikan itu sendiri bukan melindungi kejahatan dan dekadensi moral. banyak ilmuwan yang mengatakan bahwa disiplin ilmu itu adalah bebas nilai. bahkan ditemui para ilmuwan meneliti dan menulis tentang rekayasa politik. secara logika memang benar, tetapi secara moral itu tidak baik.

sebaliknya diketemukan para moralis yang mencegah terjadinya perang, hukuman mati, HAM, secara moral memang baik tetapi secara logika tidak benar. budi pekerti moral / akhlak yang dibicarakan diatas adalah usaha mencari kebaikan sesuai nila nilai luhur dan adat istiadat. bahkan lahir dari kata suci dan nurani yang jujur. hal ini menimbulkan etika seorang moralis (budiman) karena dapat membedakan perbuatan baik dan buruk, dengan demikian etika dapat diartikan suatu sikap kesediaan jiwa seseorang untuk selalu taat dan patuh kepada seperang aturan aturan kesusilaan.

kebanyakan orang merasa norma norma dan hukum hukum mempunyai peranan yang besar dalam bidang etika.
______________________________________________________________________________

teori politik (dasar).

teori adalah generalisasi yang abstrak mengenai beberapa fenomena (kejadian) di dalam generalisasi itu teori selalu memakai konsep konsep. konsep itu lahir dalam pikiran (mind) manusia dan karna itu bersifat abstrak, sekalipun fakta fakta dapat dipakai sebagai batu loncatan.

teori politik adalah bahasan dan generasi dari fenomenal yang bersifat politik. berkaitan kekuasaan, pengambilan keputusan, negara, kebijaksanaan, pembagian.

pada dasarnya setiap manusia menginginkan beberapa nilai bahwa didalam masyarakat dikelilingi (nilai) / values atau kebutuhan.

harolel lasehelt memperinci 8 nilai =
1. kekuasaan
2. pendidikan
3. kekayaan
4. kesehatan
5. keterampilan
6. kekasih sayangan
7. kejujuran
8. keseganan / respect.

menurut harold J. laski, masyarakat adala sekelompok manusia yang hidup bersama dan bekerja sama untuk mencapai keinginan keinginan bersama

hubungan 2 orang saling berkepentingan adalah bekerja sama, karena lebih banyak orang, namun kebutuhan beda beda. dan menimbulkan konflik. sebanyak manusia, banyak konflik. maka diperlukan asosiasi (organisasi, ingin kesamaan dan pertanian maka asosiasi pertanian / organisasi pertanian, dll.

negara dibentuk karena masyarakat yang memerlukan.

menurut robert. macwer = kekuasaan (sosial) adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain baik secara langsung dengan jalan perintah maupun tidak langsung dengan mempergunakan segala alat dan cara tersedia.

menurut rogert H. soltau, negara adalah alat / wewenang yang mengatur dan mengendalikan bersama atas nama masyarakat.

sifat sifat negara = memaksa, monopoli, mencakup semua

contoh memaksa : menembak seseorang
contoh monopoli : KTP, sertifikat tanah atau uang.

syarat syarat negara : wilayah
                                penduduk
                                pemerintah
                                kedaulatan

menurut charles chamores, fungsi negara :
1. keamanan ekternal
2. ketertiban internal
3. keadilan
4. kesejahteraan umum
5. kebebasan
____________________________________________________________________________

objek formal dan material ilmu ilmu kenegaraan

1. disiplin ilmu pengetahuan ---> ilmu politik
   objek material ---> negara
   objek formal ---> kekuasaan, penekanan, kepentingan masyarakat, partai politik.

2. disiplin ilmu pengetahuan ---> ilmu pemerintahan
    objek material ---> negara
    objek formal ---> hubungan pemerintahan, gejala pemerintahan, peristiwa pemerintahan.

3. disiplin ilmu pengetahuan ---> ilmu negara
    objek material ---> negara
    objek formal ---> konstitusi, pertumbuhan negara, lahir dan tenggelamnya negara.

4. disiplin ilmu pengetahuan ---> ilmu tata negara
    objek material ---> negara
    objek formal ---> hukum, peraturan perundang undangan, konstitusi, konvensi

5. disiplin ilmu pengetahuan ---> ilmu administrasi negara
    objek material ---> negara
    objek formal ---> pelayanan, organisasi pemerintahan, manajemen pemerintahan.

grup penekanan = (pressure group) seperti :

Ilmu Budaya Dasar

ilmu budaya dasar adalah mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan.
jangkauan IBD bagi mahasiswa:
1. kepekaan lingkungan budaya
2. daya kritis persoalan kemanusiaan & kebudayaan
3. berpikir luas.
kenapa IBD perlu dipelajari oleh mahasiswa:
2. karena keragaman budaya
2. kemajuan teknologi menjadi teknologi
3. pengertian sistem nilai disebabkan pembangunan

_______________________________________________________________________________

manusia dan kebudayaan

- manusia dan kebudayaan = suatu proses yang timbal balik oleh manusia dianggap sebagai makhluk budaya dan manusia yang menciptakan kebudayaan.

- makhluk makhluk bukan manusia dikuasai secara menyeluruh oleh hukum hukum alam yang tidak disadari.

- manusia diberikan kesadaran sendiri dan kebebasan untuk membuat.
_______________________________________________________________________________

pengertian cipta, karsa, dan rasa

- cipta : kerinduan manusia untuk mengetahui rahasia segala hal yang ada dalam pengalamannya, baik lahir maupun batin
- karsa : kerinduan manusia untuk menginsyafi tentang sangkan paran paran. darimana manusia itu ada (sangkan) dan kemana manusia kembali (peran)
- rasa : kerinduan manusia akan keindahan, sehingga menimbulkan dorongan untuk menikmati keindahan.

_______________________________________________________________________________

manusia dan hubungannya dengan sesama

- kesosialan adalah ciri hakiki manusia, secara kongkrit ia adalah makhluk yang selalu dan dimana mana hidup bersama.
- kesosialan secara filsafat adalah keterbukaan diri terhadap orang lain.
- dimana mana, orang mencari orang untuk mengadakan relasi kekeluargaan, persahabatan, kerja, bermasyarakat, dll. sering pula kontrak dan interaksi mereka mempunyai bentuk mantap, sehingga muncul pranata / lembaga lembaga sosial ( social institusion)
- relasi sosial juga bercirikan dialektis, artinya dari satu pihak ...

jika kebutuhan individu yang dijadikan dasar kesosialan (relasi sosial) maka :
- relasi sosial bersifat resaptif / menerima. individu membuka diri, menghadap pada orang lain supaya ia dapat memenuhi, melengkapi, dan menyempurnakan diri. maka pandangan tersebut ....
- menjurus ke eogisme, orang lain memperalat untuk kepentingan abadi.
- membuat orang 'sosial' hanya selama waktu mereka masih membutuhkan orang lain.
- tidak menghargai orang lain sebagai individu.
- terlepas dari beberapa hal yang negatif tersebut, maka manusia dipandang sebagai makhluk yang papa miskin, tergantung pada pihak lain.

pada zaman sekarang, kesosialan lebih didasarkan pada kesadaran untuk memberikan sesuatu, maka dapat disimpulkan :
- orang orang adalah makhluk yang berkesadaran, berkemasan dan berkepribadian sendiri. karena itu ia mampu memberikan sesuatu yang khas dan unik. yang tidak dapat diberikan oleh orang lain.
- tiap orang memiliki individualitas, sehingga ia mengadakan relasi sosial yang pertama tama bersifat kontributif yaitu memberi dan menyerahkan diri.
- kesosialan dalam arti kontributif mendasari, membentuk dan mengembangkan diri orang sebagai manusia.
_____________________________________________________________________________

kesosialan pada khususnya =
- perkawinan dan hidup berkeluarga.
menjadi bagian dalam pembentukan kesosialan.
karna dipnadang sebagai relasi sosial yang reseptif (menerima) maupun memberi.
- tidak bersama orang lain dan bagai masyarakat.
kebersamaan tidak hanya bersifat fisik saja.

relasi sosial dapat dibedakan menjadi :
- relasi personal.
dalam relasi personal orang berhubungan satu sama lain demi hubungan itu sendiri yang memutuskan dan bukan demi tercapainya suatu tujuan di luar relasi.
- relasi instrumental.
pada relasi instrumental, dari pribadi orang tidak dipentingkan yang diutamakan ialah prestasinya. kegunaannya dan keterampilannya untuk mencapai tujuan tertentu (manusia direndahkan menjadi sarjana).
- relasi fungsional. (sehari - hari)
pada fungsional sesama manusia dipandang dan dihampiri juga dari segi kemampuannya untuk mencapai suatu tujuan tanpa merendahkan sebagai sarana.
____________________________________________________________________________


Pendidikan Agama

metodologi memahami islam

metodos = cara
lagos = ilmu pengetahuan / cakrawala
dimanapun berpijak, gunakan bahasa tersebut. (peribahasa). islam dipelajari dari sumbernya. harus ada orang yang mengerti seperti guru. atau dari Al-Quran dan sunat. memahami islam melalui ulama. tetapi melalui rasulullah. dipelajari secara menyeluruh tidak sebagian. teologis, cabang ilmu memahami berbagai agama sekitar.
historis : sejarah sejarah. terdahulu dari peperangan rasul.
sosiologis : masyarakat masyarakat yang real (nyata)
ali syariati - mengenal Allah
                - mempelajari Al-Quran sebagai kitab.
                - mepelajari kepribadian Rasul(manusia juga).
filosofis, kita mempelajari Al-Quran dan menerjemahkan dan membaca tafsir. menyimpulkan artinya. historis, pengalaman yang sesungguhnya masa masa lalu.
tologi, berdasarkan rangka ilmu ketuhanan suatu keeyakinan.
nabi muhammad sebagai penutup.

________________________________________________________________________________

hakikat manusia. ---- > sebenar benarnya, inti dari segala sesuatu.

mengapa terjadi bencana ? karna ulah manusia. ada beberapa teori tentang manusia ----> psikondisa. manusia sebagai makhluk berkeinginan karna keinginan lebih besar, berinteraksi. psikologis = ego makna positif. superego ---> sosial, bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungannya.
unsur manusia -unsur hewani
                      -rasional ---> berpikir secara pasti
                       - moral
agama : suatu sistem ajaran tentang tuhan.

______________________________________________________________________________

pesona : bisa jadi keindahan dengan nadanya
             akulrasi al-quran dari abad dulu masih berlaku
yang dikatakan al-quran adalah bukti.
fungsi al-quran =
1. sebagai petunjuk akhirat
2. sebagai sumber pelopor agama islam
3. sebagai peringatan manusia
4. sebagai pendidikan manusia
5. sebagai sesuatu yang memikat

ibadah secara bahasa berarti merendahkan menunduk kepada orang dan syariat taat kepada allah SWT. dengan segala perintahnya.
muamalah : tindakan.
______________________________________________________________________________


Pendidikan Pancasila

- Landasan filosofis pendidikan Indonesia
* alasan fungsional :
untuk dapat menggunakan fungsi praktis. pancasila yaitu menjadi pedoman bertindak & mengambil langkah konkret dalam hidupnya, dan fungsi teoritis pancasila yaitu : menemukan kebenaran yang mendasar dalam rangka mencari sosulisi hal hal yang dihadapi dalam hidupnya.
* alasan material :
memahami dan menginternalisasikan dunia tempat dua hidup, memberikan pandangan yang rasional terhadap hidup, menjawab seakan sebenarnya hidup ini, sehingga manusia Indonesia dapat merasa kekerasan (at home) hidup di NKRI.
* alasan formal edukatif (pembentukan pribadi) :
sebagai manusia Indonesia peserta didik setepatnya dan seharusnya tumbuh & berkembang sesuai kepribadian Indonesia.

- Landasan Historis
* alasan fungsional:
berdasarkan pemahaman yang benar / sejarah kebangsaan Indonesia menggunakan pemahamannya untuk menunjukkan bahwa Pancasila memang sungguh sungguh berakat dalam kehidupan dan budidaya bangsa Indonesia sendiri.
* alasan material:
setepatnya dan seharusnya tahu sadar dan mengerti perjuangan bangsanya, sehingga siap menerima estafet perjuangan tersebut baik kegiatan perjuangannya maupun semangat dan jiwanya.
* alasan formal edukatif (pembentukan pribadi) :
sebagai manusia Indonesia, peserta didik setepatnya dan seharusnya mempunyai kepribadian yang timbul dan berkembang menuju kepribadian seorang patriot yang setia kepada tanah air dan bangsa
Patriot = pantang menyerah

- Landasan Kultural pendidikan Indonesia
* alasan fungsional :
dapat menempatkan diri komunikasi dan bekerjasama dengan orang lain sesuai dengan kebudayaan bangsanya berdasarkan Pancasila dan dapat mengapresiasikan menghargai hasil karya budaya yang dalam hal kebenaran, keindahan atau kebaiknya dapat dipertanggungjawabkan pada pancasila.
* alasan material :
mengerti dengan baik bahasa indonesia, adat tatacara, kebiasaan dan sopan santun orang indonesia, tatakrama atau cara bergaul orang indonesia, salah satu cabang kesenian orang indonesia, hubungan orang indonesia dengan orang orang berkebangunan lain di dunia, serta bisa menunjukkan hal hal penting yang mencerminkan keistimewaan bangsa indonesia.
* alasan formal edukatif (pembentukan pribadi) :
sebagai manusia Indonesia, peserta didik setepatnya dan seharusnya tumbuh dan berkembang kepribadiannya tanpa kehilangan keindonesiannya.

- Landasan yuridis pendidikan indonesia:
* alasan fungsional :
dapat menerangkan bahwa pancasila secara hukum, memang harus dipahami dan dihayati oleh seluruh rakyat indonesia, terutama para pelaksana kekuasaan negara dan para orang terpelajarnya.
* alasan material :
dapat menguraikan bahwa pancasila yang dari dulunya secara material sudah terdapat di dalam kehidupan bangsa indonesia pada saat terbentuknya proklamasi 17 agustus 1945 lalu memperoleh kedudukan yuridis formal sebagai dasar filsafat negara sekaligus berarti sebagai ideologi negara RI.
* alasan formal edukatif (pembentukan pribadi0 :
sebagai manusia Indonesia, peserta didik setepatnya dan seharusnya bercita cita menjadi manusia pancasila.

______________________________________________________________________________

tujuan pendidikan pancasila =
- filosofis
- bijaksana
- historis
- kultural
- yuridis

filosofis : menanamkan pandangan hidup berdasarkan landasan sesuai sifat kepribadian pancasila.
bijaksana: dapat memilih yang benar yang salah. dapat melihat semua sisi dan tidak sempit melihatnya. materi yang kita pelajari menjadi tambahan.
historis: ketika kita sudah tau kita merdeka, maka tujuan kita pelajari pancasila menumbuhkan proses sehingga kita mempunyai ras seperti pejuang. bukan berarti kita mau dijajah.
kultural : agar tercapai cita cita indonesia yang tertera UUD 1945 alinea 44.
yuridis pancasila : menumbuhkan rasa pancasila

kompetensi =
secara filosofis agar mahasiswa mampu melihat pandangan hidup, untuk memahami dunia tempat hidup kita ini, sesuai landasi.
secara kultural, mampu menetapi di tengah hidup secara pancasila. pancasila untuk kita, karna kita beraneka ragam budaya, dll.

kompetensi historis, mampu menjelaskan pancasila sampai akhir hayat / sepanjang masa.

yuridis, mampu menjelaskan pancasila sebagai dasar dan pancasila segala sumber.

___________________________________________________________________________

sistem ketatanegaraan RI berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

-pancasila
- UUD 1945
* pembukaan
- makna pembukaan
- hubungan dengan proklamasi
- pokok pikiran yang terkandung
* batang tubuh dan penjelasan
- hubungan dengan batang tubuh
- pemerintahan negara
- dinamika pelaksanaan UUD 1945

undang undang dasar 1945
- UUD merupakan hukum dasar yang tertulis, dan merupakan salah satu unsur negara.
- unsur negara :
* konstitutif =
- wilayah, rakyat, pemerintahan yang berdaulat
* deklaratif :
- tujuan negara
- UUD
- pengakuan dari negara lain (defacto & dejure)
- ikut perhimpunan bangsa bangsa.

kedudukan UUD 1945
- stratifikasi paradigma nasional indonesia :
* pancasila (ideologi negara) sebagai landasan idiil.
* UUD 1945 (konstitusi negara)
sebagai landasan konstitusi oral.
* wawasan nusantara (visi bangsa / negara)
sebagai landasan visional
* ketahanan nasional (konsepsi bangsa/negara)
sebagai landasan konsepsional.
* politik di strategi nasional (kebijakan negara)
sebagai landasan operasional.

sifat UUD 1945 :
*singkat
* - 16 Bab
   - 37 pasal
   - aturan peralihan & tambahan
   - masa pembentukan yang singkat
* supel
   - mudah membuat, merubah, mencabutnya
* dinamis
   - mengandung semangat
   - tidak lekas usang.

pembukaan UUD 1945
* pembukaan = konsensus / pewujudan / percerminan nilai nilai pancasila
* makna pembukaan :
- alinea 1 = kemerdekaan adalah hak semua bangsa dan penjajahan bertentangan dengan HAM
- alinea 2 = adanya masa depan yang harus diraih
- alinea 3 = kehidupan berbangsa dan bernegara ini harus mendapatkan ridho allah yang maha kuasa
- alinea 4 = mempertegas cita cita yang harus dicapai oleh bangsa indonesia melalui wadah NKRI.
_____________________________________________________________________________

hubungan pembukaan UUD 1945 dengan proklamasi

- proklamasi dan pembukaan adalah suatu rangkaian yang tidak dapat dipisah pisahkan
- pembukaan adalah relisasi bagian ke 2 proklamasi.
- pembukaan hakikatnya adalah pernyataan kemerdekaan yang lebih terperinci.

sifat hubungan pembukaan dengan proklamasi 17-8-1945.
pembukaan :
merupakan amanat keramat.
proklamasi :
-memberikan penjelasan terhadap dilaksanakan proklamasi (bagian 3 dan 4 pembukaan UUD 45)
- memberikan penegasan terhadap dilaksanakan proklamasi
- memberikan pertanggungjawaban terhadap dilaksanakan proklamasi (bagian 4 pembukaan UUD 45).

tujuan negara berdasarkan pembukaan UUD 1945.
* tujuan ke dalam :
- melindungi segenap bangsa indonesia, dan seluruh tumpah darah indonesia.
- memajukan kesejahteraan umum
- mencerdaskan kehidupan bangsa
* tujuan keluar :
- ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. perdamaian abadi dan keadilan sosial.
_______________________________________________________________________________

pokok pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan

- negara melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia, dengan berdasar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
- negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
- negara yang berkedaulatan rakyat, berdasar atas kerakyatan dan permusyawarahan perwakilan.
- negara berdasarkan atas ketuhanan yang maha esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
_______________________________________________________________________________


Senin, 18 Januari 2016

The simple sentence 7.18

Concord
7.18
Subject-verb concord
The most important type of concord in english is concord of number between subject and verb. Thus (3) and (4) are ungrammatical :
(1) the window is open (sing+sing)
(2) the windows are open (plur+plur)
(3) *the window are open (sing+plur)
(4) *the windows is open (plur+sing)
A clause in the position of subject counts as singular for purposes of concord : how they got there doesn't concern me, to treat them as hostages is criminal. The same is true of prepositional phrases, etc, acting as subject. After the exams is the time to relax, etc. Nominal relative clauses on the other hand, since they are equivalent to noun phrases (11.13), may have plural as well as singular concord : what were once human dwellings are now nothing but piles of rubble.
Note :
(A) in fact, it is possible to generalize the rule as 'A subject which is not definitely marked for plural requires a singular verb'. This would explain, in addition to clausal and adverbial subjects, the tendency in informal speech for is / was to follow the pseudo-subject there in existential sentences sich as there's hundreads of people on the waiting list (14.19 ff).
(B) apparent exceptions to the concord rule arise with singular nouns ending with the -s of the plural inflection (measles, billiards, mathematics, etc, 4 32), or conversely plural nouns lackingvthe inflection (cattle, people, clergy, etc, 4.35) :
Measles is sometimes serious        our people are complaining
(C) plural words and phrases (including coordinate phrases, sec 7.21) count as singular if they are used as names, titles, quotations, etc (see further 9.57) :
Crime and punishment is perhaps the best-constructed of Dostoyevsky's novels ; but the brothers karamazov is undoubtedly his masterpiece. 
' the cedars' has a huge garden
' senior citizens' mean, in common parlance, people over sixty
the titles of some works which are collection of stories, etc, however, can be singular or plural : the canterbury tales exist / exists in many manuscripts.

7.19
notional concord, and proximity
two factors interfere with concord as presented in 7.18. 'notional concord ' is agreement of verb with subject according to the idea of number rather than the actual presence of the grammatical marker for that idea. thus the government is treated as plural in the government have broken all their promises (BrE), as is shown not only by the plural verb have, but also by the pronoun their.

7.21 coordinated subject
the principle of 'proximity' denotes agreement of the verb with whatever noun or pronoun closely precedes it, sometimes in preference to agreement with the headword of the subject :
no one except his own supporters agree with him
one in ten take drugs

7.20
collective nouns
in BrE, collective nouns, notionally plural but grammatically singular, obey notional concord in examples such as the following where AmE usually has the singular :
the public are tired of demonstrations                                                  (1)
the audience were enjoying every minute of it                                       (2)
although sigular and plural verbs are more or less interchangeable in these contexts, the choice is based, if on anything, on whether the group is being considered as a single undivided body, or as a collection of individuals (cf 4.62). thus plural is more likely than singular in (2), because consideration is being given to the individual reactions of members of the audience. contrastingly, singular has to be used in sentences like the audience was enormous.

coordinated subject
7.21
when a subject consists of two or more noun phrases coordinated by and, a distinction has to be made between appositional and non-appositional coordination. under NON-APPOSITIONAL COORDINATION we include cases that can be treated as an implied reduction of two clauses. these have a verb in the plural :
tom and jerry are now ready ( <---> tom is now ready and mary is now ready)
what i say and what i think are my own affair ( <---> what i say is .... and what i think is ... )
a singular verb is used with conjoinings which represent a single entity : 
the hammer and sickle was flying from a tall flag pole
conjoinings expressing a mutual relationship, even though they can only indirectly be treated as reductions of clauses in this way, also take a plural verb:
your problem and mine are similar ( <---> your problem is similar to mine and mine is similar to yours)

Bahasa inggris iklan

Assalamu 'alaikum wr.wb
Hello guys, how are you today? I hope you fine today. Without ligering long time, i would like to tell you about the new products of our company, it is a shampoo.
Are you heard about Lifebouy daily moisture repair hair mask?
Okay, i will explain on you aboutvour product.
Improvements were made in a professional hair to reduce the drought untill the endvof the hair *.
Damaged hair more susceptible to drought, especially in the end, because of decreased ability to hold moisture.
Formula pro-v
▪increase hairs ability to withstand humidity
▪ moisturizing the hair from root to tip
▪ intensive nutrition for hair
How to use :
Apply to wet hair, massage untill a soft foam. Allow for a moment, then rinse. Use regularly for better results.
If you want to buy just Rp. 10.000.00

Bahasa inggris iklan

Assalamu 'alaikum wr.wb.
Hello guys, how are you today? I hope your fine today. Without lingering long time, i would like to tell you about the new products of our company, it is a shampoo.
Are you heard about Lifebouy total damage care dally intensive conditioner?
Okay, i will explain on you about our product.
Repair hair from damage suffered during the day.
*80% humidity gives more to nourish hair and prevent further damage by minizing the loss of important proteins.
* provide regular basis to repair hair damage*
* feed your hair with moisture * 80% more
* hair is stronger and protected from damage at a later date
*Vs. Pantene Contioner usual

How to use :
Apply yo wet hair, massage until a soft foam. Allow for a moment, then rinse. Use regularly for better results.
If you want to buy just Rp. 10.000.00

Politik

Dengan manusia sekular yang terkadang berangkat dari modernisasi (kemajuan yang salah kaprah) dan westernisasi (kebarat-baratan) .
Kekuasaan memang diakui sebagai berkonotasi negatif tetapi apabila dikalikan dengan dekadensi moral yang juga negatif konotasinya akan memperoleh hasil yang positif karena mampu mengantisipasi, di lain pihak pelayanan berkonotasi positif oleh karenanya hanya dapat diberikan kepada yang hal-hal positif seperti pelayanan terhadap masyarakat dhu'afa, mustadh'afin, fakir,miskin, gelandangan, hina,papa, yatim,piatu, musafir, dan mereka yang tertindas haknya.
Perhatikan kebiadaban mereka yag memberikan pelayanan kepada dekadensi moral mulai dari perlindungan oleh pemerintah baik dari unsur pemegang kekuasaan eksekutif, legislatif maupun yudikatif terhadap perjudian, pelacuran, pernikahan sejenis, dengan dalih hak asasi manusia.
Tetapi sebaliknya perhatikan kebiadaban mereka yang dengan kekuasaannya menghantam orang tidak bersalah, orang yang terdzalimi, masyarakat lemah mulai dari unsur pemegang kekuasaan eksekutif mulai dari departemen-departemen dan biro-bironya mengejar orang tidak bersalah dan membela yang bersalah.
Selama ini negarawan yang berada di pihak kebenaran dan filosof yang berada di pihak kebaikan sudah dari zaman sebelum masehi ditunggui oleh plato agar digabung dengan mengatakan bahwa "hendaknya negarawan itu filosof di satu pihak dan di lain pihak hendaknya filosof itu negarawan pula".
Sayang socrates, yesus serta moses hanya berada di pihak filosof sedangkan para raja firaun, nero, yulius, herodes, dan gubernur pontius pilatus hanya berada di kalangan negarawan istana secara terpisah. Jadi hanya muhammad SAW. merupakan sabg nabi yang mendirikan pemerintahan negara yang memperbolehkan angkatan perang (the prophet army) untuk memerangi kemungkaran.
Sepanjang buku ini telah dijelaskan bahwa bila kita memisahkan kehidupan keduniawian termasuk berbagai kajian ilmu baik ilmu-ilmu eksakta dengan segala cabangnya maupun ilmu-ilmu sosial dengan segala cabangnya termasuk ilmu pemerintahan sebagai disiplin ilmu yang mandiri. Maka andaikata dipisahkan dengan agama yang selama ini hanya dianggap membahas moral, membahas kegaiban, membahas akhirat, membahas peribadatan. Maka sudah barang tentu segalanya serba terpisah, pemisahan inilah yang disebut dengan sekularisme, atau seakan-akan dipaksakan untuk berdekatan, dengan menyebut pendekatan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) dengan imtag (iman dan taqwa) padahal bermuka dua bahkan bermuka tiga yaitu pemisahan berbagai disiplin ilmu, moral agama dan seni, jadi pemisahan ilmu pemerintahan, moral pejabat dan seni kepamong- prajaan,maka "banyak" yang kita sebut dengan "bi" menjadikan multi asab kasarnya "biadab".
Bandingkan dengan titik temu antara pejabat pemerintah yang berilmi luas dalam mengendalikan negara, juga mempunyai nilai-nilai luhur agar tidak mengkorup uang rakyatnya, memalsukan ijazah, mengubah izin dengan kemudahan karena kolusi dan sogok, serta pada kesempatan ketiga memiliki seni pendekatan terhadap publik adalah pemerintahan yang beradab sepanjang buku ini kita ulang kembali titik temu ini mulai dari keterpisahan (sekularisme) biadab sampai dengan titik temu peradaban.
Jadi diperlukan titik temu moral seseorang dengan ilmu orang tersebut dan seni yang bersangkutan pada tataran aksiologi, karena pengetahuan tidak hanya berhenti pada tataran epistemologi dan ontologi saja, termasuk dalam ilmu pemerintahan secara filosofis.
Mulai dialog antara para tokoh ilmu, moral dan seni karena ilmu tanpa moral akan lumpuh ketika hanya mengandalkan kekakuan disiplin ilmu, sebaliknya moral tanpa ilmu akan buta karena kesesatan yang tanpa mengandalkan kekuatan ilmu. Pada posisi lain seni tanpa kebenaran ilmu dan kebaikan moral akan cabul.
Keadaan yang semakin dekatnya keberadaan moral, ilmu dengan seni adalah keadaan yang semakin islami karena masyarakat tampak memiliki kaitan kecerdasan dibidang ilmu, kebaikan dibidang moral dan keindahan dalam cara bergaul. Itulah masyarakat islam yag semakin terbentuk oleh titik temu kognitif (logika) ilmu, dengan afektif (etika) moral serta psikomotorik (estetika) seni.
Inilah yang dirindukan masyarakat yang dalam bahasa jawa kuno disebut dengan gemah ripah loh jibnawi, keadaan yang dicapai melewati moksah kata umat hindu dan datangnya kerajaan allah kata umat kristiani atau baldatun tayibatun wa rabun ghafuir kata ulamat islam.

Minggu, 17 Januari 2016

ADVERB CLAUSES


Chapter 17: ADVERB CLAUSES
General Notes on Chapter 17
• OBJECTIVE: Learning to use adverb clauses extends one’s ability to communicate complex information and show relationships between ideas.
• APPROACH: Adverb clauses of time are presented in Chapter 5; they are reviewed briefly here in the first two exercises of this chapter.
This brief chapter focuses on the other three common functions of adverb clauses to express relationships of (1) cause and effect, (2) contrast, and (3) “if–then” conditions (except for contrary-to-fact conditional sentences, which are covered in Chapter 20).
• TERMINOLOGY: As noted in the footnote to Chart 17-1, in this text “subordinating conjunctions” (e.g., when, because) are called “words that introduce adverb clauses.”
Coordinating and correlative conjunctions (Chapter 16) link equal, parallel elements; subordinating conjunctions link a dependent structure to an independent one.
CHART 17-1: INTRODUCTION
• Students have learned about two other kinds of dependent clauses: adjective clauses
(Chapter 13) and noun clauses (Chapter 12). You might review the characteristics of dependent clauses: they must contain a subject + a verb; they cannot stand alone as a sentence.
• Incomplete sentences consisting of a solo adverb clause are a common problem in student writing. INCORRECT: He went to bed. Because he was sleepy. However, such incomplete sentences are common in conversation in response to a why-question:
A: Why did he go to bed?
B: Because he was sleepy.
EXERCISE 1, p. 360. Adverb clauses. (Chart 17-1)
Give students time to add punctuation in their books. Then lead a quick run-through of the items, or have pairs of students compare their work. Many of the items in this exercise require an understanding of the uses of periods
and commas as presented in Chapter 16 (Coordinating Conjunctions). Items 12 and 13 contain incidental material covered in Chapters 12 (Noun Clauses) and 13 (Adjective Clauses).
Items 5–9 are related to the picture.
ANSWERS: [The adverb clauses are underlined.]
2. When it began to rain, he closed the windows.
 3. He closed the windows when it began to rain.
 4. As soon as the rain began, the children wanted to go outdoors. They love to play outside in the warm summer rain. I used to do the same thing when I was a child.
5. Jack got to the airport early. After he checked in at the airline counter, he went to the waiting area near his gate. He sat and read until his flight was announced.
6. Jack walked onto the plane, found his seat, and stowed his bag in an overhead compartment.
 7. Before the plane took off, he fastened his seat belt and put his seat in an upright position.
 8. Jack’s wife doesn’t like to fly because she gets nervous on airplanes.
 9. When Jack and his wife go on vacation, they have to drive or take the train because his wife is afraid of flying.
 10. I had a cup of tea before I left for work this morning, but I didn’t have anything to eat. I rarely eat breakfast.
11. After Ellen gets home from work, she likes to read the newspaper. She follows the same routine every day after work. As soon as she gets home, she changes her clothes, gets a snack and a drink, and sits down in her favorite chair to read the newspaper in peace and quiet. She usually has about half an hour to read the paper before her husband arrives home from his job.
 12. When you speak to someone [who is hard of hearing = adjective clause], you do not have to shout. It is important to face the person directly and speak clearly. My elderly father is hard of hearing, but he can understand me if I face him, speak slowly, and say each word clearly.
 13. Greg Adams has been blind since he was two years old. Today he is a key scientist in a computer company. He is able to design complex electronic equipment because he has a special computer [that reads, writes, and speaks out loud = adjective clause]. His blindness neither helps nor hinders him. It is irrelevant to [how well he does his job = noun clause].
EXERCISE 2, p. 361. Review of adverb clauses of time. (Chapter 5 and Chart 17-1)
This can be done as seatwork while you walk around the classroom and offer help, or it could be assigned as homework. It could also be done orally. One of the challenges of this exercise is appropriate verb tense usage.
Notes and Answers 183
SAMPLE COMPLETIONS:
1. Since I came to this city, I’ve met a lot of nice people.
 2. Just as I was falling asleep last night, a mosquito buzzed in my ear and woke me up.
 3. I’ll help you with your homework as soon as I finish washing the dishes.
 4. I was late. By the time I got to the airport, my plane had already taken off.
 5. One of my friends gets nervous every time she has to perform in public.
 6. I will be here until I have completed my education.
7. I will remember my wedding day as long as I live.
 8. I heard the phone ring while I was in the shower.
 9. Once summer comes, the traffic on the highway becomes heavier.
 10. Shortly before I put supper on the table, the cat demanded to be fed.
11. I have been in this city for three years. By the time I leave, I will be able to speak English fluently. 12. The last time I was with my family, I was 24 years old.
 13. The next time you see them, you’ll be 28.
14. I will be with you just as soon as I finish checking this inventory.
15. Not long after I bought the car, I ran over a nail and got a flat tire.
16. I had already finished supper when you telephoned.
 17. Whenever I’m late for an important meeting, I get nervous.
 18. Ever since I was a child, I’ve been afraid of snakes.
CHART 17-2: USING ADVERB CLAUSES TO SHOW CAUSE AND EFFECT
• There are differences among the ways to say “because.” Because makes the most direct or explicit cause-and-effect statement. Since means “because it is a fact that” or “seeing that it is true that.” For example: Since you’ve done this before (a known fact), could you please show me how? Because, but not since, can ask about an unknown cause. For example: Did he stay home because he was tired? Now that is special to present-time, known reasons. It indicates that a situation has changed.
• Punctuation follows the same guidelines with these adverb clauses as with others. (And they are only guidelines, not rules. There are wide stylistic variations in comma usage with adverb clauses. This text simply presents the most usual patterns.)
• Other cause-and-effect subordinating conjunctions you may wish to introduce in an advanced class are as, as/so long as, and inasmuch as. They are similar to since: they express a cause that is a known fact.
As has many uses. Students might be interested in knowing that one use is to express cause and effect. In their own writing, however, they might prefer to use because, since, or now that in order to ensure clarity.
Inasmuch as is generally found only in formal writing and is relatively infrequent.
EXERCISE 3, p. 362. Using adverb clauses to show cause and effect. (Chart 17-2)
You might ask for two different versions of the response to a few items to show the use of a comma whenever the adverb clause precedes the independent clause.
ANSWERS: [The adverb clauses are underlined.]
3. Cold air hovers near the earth because it is heavier than hot air.
4. Since you paid for the theater tickets, please let me pay for our dinner.
 5. Now that Larry is finally caught up on his work, he can start his vacation tomorrow. [be caught up on = have no tasks left to do]
6. Because ourTV set was broken, we listened to the news on the radio.
 7. My brother got married last month. Now that he’s a married man, he has more responsibilities.
8. Since oil is an irreplaceable natural resource, we must do whatever we can in order to conserve it. 9. Do you want to go for a walk now that the rain has stopped?
 10. Many young people move to the cities in search of employment since there are few jobs available in the rural areas.
 11. Now that the civil war has ended, a new government is being formed.
12. Since ninety-two thousand people already have reservations with an airline company for a trip to the moon, I doubt that I’ll get the chance to go on one of the first tourist flights.
EXERCISE 4, p. 363. Using adverb clauses to show cause and effect. (Chart 17-2)
SAMPLE COMPLETIONS: [The adverb clauses are underlined.]
1. Now that I’ve finally finished cleaning my room, I can watchTV.
2. The teacher didn’t collect the papers because the exercise is not going to be graded.
 3. Since it’s too expensive to fly across the country, we are going by bus.
4. Jack can’t stay out all night with his friends now that he is working the night shift.
5. Since we don’t have class tomorrow, we can stay up later tonight.
CHART 17-3: EXPRESSING CONTRAST (UNEXPECTED RESULT): USING EVEN THOUGH
• The general category of “contrast” is defined as “unexpected result” here to help the students compare because and even though, and also to help them understand the meaning of contrast (i.e., that something is in some way different from something else) as the term is used in the text.
• Other forms of even though are although and though. (See Chart 19-6.) The differences are negligible.
EXERCISE 5, p. 364. Using EVEN THOUGH. (Chart 17-3)
Compare the related pairs of sentences: 1 and 2, 3 and 4, 5 and 6, and 7 and 8. Give students a chance to comprehend the information in both sentences before discussing them.
ANSWERS:
3. even though
4. Because
 5. Even though
6. Because
7. even though
8. Because
 9. even though
 10. even though
11. Because
 12. Even though . . . because
EXERCISE 6, p. 364. Using EVEN THOUGH. (Chart 17-3)
Before responding, the students need a moment to decide whether the “truthful” answer is Yes or No. Then they must construct a complete sentence. The result is a fairly realistic dialogue. You can easily assume the role of Speaker A, but in a large class, group work may be preferable.
ANSWERS: [The adverb clause can come before or after the main clause.]
1. Yes, even though I wasn’t tired, I went to bed. [Anyway is similar in meaning to even though, showing an unexpected result.]
2. No, ( . . . ) didn’t wake up even though the telephone rang many times.
 3. Yes, even though the food was terrible, I ate it.
4. Yes, even though I didn’t study, I passed the test.
5. No, I didn’t say home even though the weather is terrible (today).
 6. No, even though I fell down the stairs, I didn’t get hurt.
 7. Yes, I still feel tired even though I took a nap. [took a nap = slept for a short time during the day] 8. No, even though I told the truth, no one believed me.
9. Yes, even though I turned on the air conditioner, it’s still hot in here.
10. No, even though I mailed the letter three days ago, it still hasn’t arrived/it hasn’t arrived yet.
 11. No, I can’t afford to buy an airplane even though I have a lot of money.
 12. Yes, even though my grandmother is ninety years old, she’s still young at heart.
13. Yes, I laughed at ( . . . )’s joke even though I didn’t understand it.
14. Yes, I’m still cheerful even though (all those terrible things happened).
EXERCISE 7, p. 365. Using EVEN THOUGH and BECAUSE. (Charts 17-2 and 17-3)
These answers use the past tense, but other tenses are possible. Items 11 and 12 may be quite challenging, so you could give special praise for good responses.
SAMPLE COMPLETIONS:
 3. Because it was a beautiful day, I went fishing.
 4. Even though it was a work day, I went fishing.
 5. Even though there were very few customers in the store, we decided to stay open until 9:00 P.M. 6. Because there were very few customers in the store, we closed early.
 7. I wore heavy gloves because the temperature was below freezing.
8. Even though my feet were killing me and my head was pounding, I finished running the marathon. 9. Even though I was speeding, I didn’t get a traffic ticket.
10. Even though I was tired, I finished my homework because my essay was due the next day.
11. Even though I didn’t like baked beans when I was small, I always finished them because I wanted dessert.
 12. Because we didn’t have a television set while I was growing up, I watchedTV at my neighbor’s house even though my parents didn’t approve.
CHART 17-4: SHOWING DIRECT CONTRAST: WHILE AND WHEREAS
• Whereas and while can appear at the beginning of either clause with no change of meaning. Whereas is somewhat formal and of relatively low frequency. Whereas is included in the text mostly as a way of defining this use of while, distinguishing it from its use in time clauses and phrases.
While has two different meanings: (1) at the same time and (2) whereas.
(1) While (he was) swimming, he got very tired.
(2) While fire is hot, ice is cold.
• In British English, whilst is another form of while. Whilst is fairly formal.
EXERCISE 8, p. 366. Using WHILE and WHEREAS. (Chart 17-4)
ERRATUM: Item 6 should read “Jack is an interesting storyteller and conversationalist, whereas his brother __________.” This is corrected in subsequent printings. On the other hand was reorganized into Chapter 19 in this third edition; the inclusion of on the other hand in this exercise slipped by the author.
ANSWERS: 2. D. 3. C. 4. C. 5. B. 6. B.
EXERCISE 9, p. 366. Using WHILE and WHEREAS. (Chart 17-4)
Two or more students should give different versions of each item. Every sentence should contain a comma before the second adverb clause.
POSSIBLE ANSWERS:
2. Some people are tall, whereas others are short. [also possible: move whereas to the first clause]
 3. . . . while others prefer to live in town/in the city/in urban areas.
 4. . . . others know one or more foreign languages.
 5. . . . a rat is large.
6. . . . is always cold. 7. and 8. (free response)
CHART 17-5: EXPRESSING CONDITIONS IN ADVERB CLAUSES:
IF-CLAUSES
• As with adverb clauses of time (see Chapter 5), it is incorrect to use the future tense (i.e., will / be going to) in an if-clause. An exception, however, occurs when the speaker is trying to arrange an exchange of promises: If you’ll do it, I’ll do it.
• All of the examples and exercise items in this unit on “condition” (17-5 through 17-9) are in present or future time. Chapter 20 picks up the use of other verb forms in conditional sentences.
EXERCISE 10, p. 367. IF-clauses. (Chart 17-5)
Several students could give answers for each item. Encourage them to be creative or humorous. The main point is to use present verbs in the if-clause.
ANSWERS: [These depend on students’ creativity.]
CHART 17-6: ADVERB CLAUSES OF CONDITION: USING WHETHER OR NOT AND EVEN IF

• Students sometimes wonder about the difference between even though and even if. Even though deals with actual, present-time events or states; even if deals with possible future conditions. Even though the weather is cold (today) = the weather is cold. Even if the weather is cold (tomorrow) = the weather may be cold. In some contexts, the distinction blurs: Even if you don’t like pickles, you should try one of these.
EXERCISE 11, p. 368. Using WHETHER OR NOT and EVEN IF. (Chart 17-6)
You should read the cue to the class so they understand the situation. It isn’t necessary to use the exact words from the book; just describe the situation. Then ask students to complete the sentences logically.
ANSWERS:
2. Sam laughs at the jokes: a. whether they’re funny or not. b. even if they’re not funny.
3. You have to hand in your examination paper: a. whether you’re finished or not. b. even if you’re not finished.
4. We’re going to go camping in the mountains: a. whether it snows or not. b. even if it snows.
5. Max can go to school: a. whether or not he gets a scholarship. b. even if he doesn’t get a scholarship.
6. My grandfather wears his gray sweater: a. whether or not the weather is cold. b. even if the weather is hot.
7. I’m going to marry Harry: a. whether you approve or not. b. even if you don’t approve.
EXERCISE 12, p. 369. Using WHETHER OR NOT and EVEN IF. (Chart 17-6)
SAMPLE COMPLETIONS:
1. We’re not going to the park today even if the weather improves.
2. Even if she apologizes to her supervisor,Maria may lose her job.
3. Getting that job depends on whether or not you can speak English.
 4. I’m going to help you whether you want me to or not.
 5. I won’t tell you even if you beg me.
 6. I’m really angry! Maybe he’ll apologize, and maybe he won’t. It doesn’t matter. Even if he tells me he’s really sorry, I won’t forgive him!
 7. I’m exhausted. Please don’t wake me up even if the house catches on fire.
8. I’m not going to go with him to the boxing match even if he begs me.
9. Even if it rains, I’m going to take my morning walk.
10. I’m going to quit school whether my parents like it or not.
CHART 17-7: ADVERB CLAUSES OF CONDITION: USING IN CASE
AND IN THE EVENT THAT
• Often in case and in the event that are synonomous, as in the examples in the chart and the exercises.
However, there are also differences you may or may not wish to bring up in class. In case is used to say that something may possibly happen and that is the reason why something else is done: I’ll take my purse with me in case we decide to stop at the store. In other words, the reason I’m doing one thing (taking my purse) is that something else might happen (we might decide to stop at the store). In the event that could also possibly be used in this example, but in case would be more likely.
In the event that is used to talk about a possible future event when the speaker is planning what to do if it occurs. In the event that more than 40 students sign up for the class, we’ll divide it into two sections.
• British English has another use of in the event in formal English. It is not followed by a thatclause; it is a transition followed by a comma. It expresses an unexpected result or the idea that “this is what really happened instead.” For example: They had planned to go swimming. In the event, they went to a movie because it rained.
An American English speaker would use instead or as it turned out rather than in the event in this context.
• Some scientific and philosophical texts use in case to mean “in the specific circumstance or example.” This is often followed by a that-clause.
EXERCISE 13, p. 369. Using IN CASE and IN THE EVENT THAT. (Chart 17-7)
In these sentences, students should take the role of “I.” In other words, they are just changing the form of your sentence, not having a dialogue with you. Responders can alternate between in case and in the event that or simply use whichever one seems more comfortable.
ANSWERS:
2. In case / In the event that you need to see me, I’ll be in my office tomorrow morning around ten. 3. In case / In the event that you need more information, you can call me.
4. In case / In the event that you have any more questions, ask Dr. Smith.
5. In case / In the event that Jack calls, please tell him that I’m at the library.
 6. In case / In the event that you’re not satisfied with your purchase, you can return it to the store.
SAMPLE COMPLETIONS:
7. . . . you’ll have to go to the library.
 8. . . . you lose your credit cards.
 9. . . . my parents decide to come for a visit.
 10. . . . it rains. [ just adds a bit of emphasis]
11. . . . the refugees can at last return to their homes.
12. . . . please start without me.
13. . . . it malfunctions.
CHART 17-8: ADVERB CLAUSES OF CONDITION: USING UNLESS
• Trying to distinguish between until and unless for the students can be difficult. Unless expresses a condition that is required for a particular result. Until expresses a time relationship—but also expresses a condition required for a result. It is no wonder that students may be confused when they compare the following: You can’t drive unless/until you’re sixteen. Class can’t start unless/until the teacher arrives. I don’t eat unless/until I’m hungry.
• The verb in the unless-clause is usually positive, but it could be negative. For example:
A: Will I see you at the theater tonight?
B: Yes, unless I can’t go.
EXERCISE 14, p. 370. Using UNLESS. (Chart 17-8)
Expect some students to have difficulty with unless. You may want to write the answers on the chalkboard so that everyone can focus and the exercise can proceed more slowly.
ANSWERS:
2. You can’t travel abroad unless you have a passport.
 3. You can’t get a driver’s license unless you’re at least sixteen years old.
4. Unless I get some film, I won’t be able to take pictures when Ann and Rob get here.
 5. You’ll get hungry during class unless you eat breakfast.
EXERCISE 15, p. 371. Using UNLESS. (Chart 17-8)
SAMPLE COMPLETIONS:
2. I’m sorry, but you can’t see the doctor unless you have an appointment.
3. I can’t graduate from school unless I pass all my courses.
 4. That food will spoil unless you put it in the refrigerator.
5. Unless it rains, we plan to have the birthday party in the backyard.
6. Certain species of animals will soon become extinct unless we stop destroying their habitats.
7. I will have to look for another job unless I get a raise [BrE: rise] in salary.
 8. Tomorrow I’m going to call my sister unless I hear from her on e-mail today.
 9. The political situation in ( . . . ) will continue to deteriorate unless the opposing sides commit to ending the hostilities and creating a lasting peace.
10. He doesn’t say anything unless the teacher calls on him.
 11. Unless you start learning how to use the Internet, the modern world will pass you by.
CHART 17-9: ADVERB CLAUSES OF CONDITION: USING ONLY IF
• No commas are used when only if / only when / only after clauses begin a sentence.
EXERCISE 16, p. 371. Using ONLY IF. (Chart 17-9)
You should set up the situation in each item so that the students understand it. It is not necessary to use exactly the same words that are in the book; just explain it briefly and naturally. Make up similar items using your students’ names and situations.
ANSWERS:
2. You can go to the party only if you have an invitation.
3. You can attend this school only if you have a student visa. [A visa is required by some countries for students coming from other countries.]
 4. Jimmy chews gum only if he’s sure his mother won’t find out.
5. We will go to the movie only if you want to (go).
6. Water will freeze only if the temperature reaches 32°F / 0°C [F = Fahrenheit /fεrÉ™nhait/; C = Celsius /sεlsiÉ™s/]
7. Only if you study hard will you pass the exam.
 8. Only if you have a ticket can you get into the soccer stadium.
9. Only if Jake’s homework is finished can he watchTV in the evening.
 10. Only if I get a job will I have enough money to go to school.
11.–13. ( free response)
EXERCISE 17, p. 372. Using UNLESS and ONLY IF. (Charts 17-8 and 17-9)
Two students could give different responses to each item, as in the example.
ANSWERS:
2. I can’t pay my bills unless I get a job. I can pay my bills only if I get a job.
3. Your clothes will get clean only if you use soap. Your clothes won’t get clean unless you use soap.
4. I can’t take any pictures unless I buy some film. I can take pictures only if I buy some film.
5. I don’t wake up unless the alarm clock rings. I wake up only if the alarm clock rings.
 6. Eggs won’t hatch unless they’re kept at the proper temperature. Eggs will hatch only if they’re kept at the proper temperature. [hatch = produce baby chicks]
 7. Don’t borrow money from friends unless you absolutely have to. Borrow money from friends only if you absolutely have to. 8. Anna doesn’t talk in class unless the teacher asks her specific questions. Anna talks in class only if the teacher asks her specific questions.
EXERCISE 18, p. 372. Adverb clauses of condition. (Charts 17-6  17-9)
Do this exercise orally as a quick review. One student could answer, and another could then indicate the necessary punctuation in the sentence. Every answer should contain the two given ideas about rain and the party (unless you wish to encourage more creativity).
ANSWERS: [These depend on students’ creativity.]
ô€€€ EXERCISE 19, p. 373. Activity: adverb clauses. (Chapter 17)
EXPANSION: After B completes A’s sentence, A could paraphrase the whole sentence using a different connecting word/expression (e.g., “You wanted to fly a kite, but you went to class so you could improve your English”).
ANSWERS: [These depend on students’ creativity.]

Adjective Clauses


Adjective Clauses

Adjective Clauses
An adjective clause modifies a noun or pronoun. The adjective clause is introduced by a
signal word. The adjective clause signal words are who, which, what, that, whose,
whom, and sometimes when and where.
Example: Sally made a mistake, which could be corrected.
Directions: In the sentences below, underline with one line the adjective clause and with
two lines the word it modifies.
1. Corey and Milas attended the class, which meets on Thursday.
2. Here are the students who want help with calculus.
3. Alexis is the student who called the class meeting.
4. It is the last examination that I must take.
5. Smithy wrote the poem that won first place.
6. The students chose the instructors that they wanted for their classes.
7. The group selected the student who wrote the class song.
8. The rose is the flower which was selected.
9. This is the time that was set for the meeting.
10. I read the letter that I received from my brother.
11. It was the largest class that the school had ever graduated.
12. Katrina and Latoya had important duties which they handled very well.

Adjective Clauses
Directions: Combine the pairs of sentences by changing the underlined sentence to an
adjective clause.
1. A wren was trying to build a nest. It had been injured.
_______________________________________________________________________
2. The structure can be seen for miles. It stands on a mountain.
_______________________________________________________________________
3. The realtor has one house. It is very large.
_______________________________________________________________________
4. This is the building. I go to school.
_______________________________________________________________________
5. Aunt Judy is my father’s sister. She visits us in June.
_______________________________________________________________________

Adjective Clauses—Practice Sentences
An adjective clause is one which modifies a noun or pronoun.
The relative pronouns who, which, and that attach adjective clauses to their antecedents.
Directions: In the following sentences, draw one line under each adjective clause and
two lines under the noun or pronoun which it modifies. Be careful because some of the
sentences may not contain an adjective clause.
1. Mr. Brown is the man who bought the house.
2. This book, which was written by Charles Dickens, is very popular.
3. This is the car that was wrecked.
4. There wasn’t much we could see.
5. This is the time which was set for the speech to be made.
6. Where is the girl who was standing beside you?
7. Do you remember the name of the man whom you met?
8. This the plan which was suggested by Helen.
9. She is the one who originated the idea.
10. This is a monument that was built in honor of a great hero.
11. He was a man whose name was very well known.
12. This is a state where cotton is grown.
13. The time when graduation exercises will be held is almost here.
14. He was a man who had great ambitions.
15. He was, also, a man whose ambitions were realized.
16. I do not know the city which they have named.
17. It is located in a state that is far from here.
18. The man whom they named is a noted explorer.
19. There are few lands that he has not traveled.
20. Jane, who is the class president, will arrange for the picnic.
21. The weather that followed the thunderstorm was cool.
22. The storm, which was accompanied by thunder and lighting, lasted an hour.
23. I read the letter that I received from my friend.
24. I enjoy reading letters which are interesting.

Azaz Azaz Manajemen



Arti manajemen
Manajemen – to manage – control – mengendalikan, menangani, atau mengelola (indonesia), mengurus (malaysia).  Manajemen (management) – kata benda, arti:
1.       Pengelolaan, pengendalian, penanganan (managing)
2.       Perlakuan secara terampil (skillfull treatment)
3.       Gabungan A dan B adalah berhubungan dengan pengelolaan suatu perusahaan, rumah tangga, atau sesuatu bentuk kerjasama dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Dua manajemen sebagai ilmu dan seni.
Management (inggris) dari akar kata ‘’manus’’ (tangan), berkaitan dengan managerie = beternak = sekumpulan binatang liar yang dikendalikan di dalam pagar = manage (latin) = mansionaticum = pengelolaan rumah besar.

Perkembangan generasi manajemen
1.       Generasi  I (jungle management)
Pekerjaan lebih banyak dikerjakan sendiri pekerjaan dijalankan secara naluriah – mengalir bersama-sama orang yang saling bekerjasama ; prinsif doing thing by ourself.
2.       Generasi II (manage ment by direction)
Manajemen sudah mulai kokoh sebagai sebuah ilmu ; pelopornya adalah frederick winslow taylor (1856-1915) – bapak manajemen ilmiah : cirinya penggunakan wewenang untuk mengarahkan anggota organisasi mencapai tujuan- sering disertai penggunaan paksaan mulai berkembang teori-teori kepemimpinan ; dinamakan management by direction ; prinsip doing thing through by the other people.

3.        Generasi III (management by targetting/ management by objective)
Anggota organisasi diberi kebebasan agar memiliki daya inovasi dan kreativitas – kebebasan diimbangi dengan pemenuhan target-target pekerjaan yang ditetapkan secara kuantitatif untuk mencapai tujuan, pelopor peter f. Drucker. Mengutamakan nilai produktivitas.
4.       Generasi IV (value creative management)
Tokoh : brian L. Joiner : ciri utama memadukan antara kualitan, pendekatan ilmiah serta kerja tim dalam suatu segitiga yang dinamakan ‘jiner triangel’ : focus pada kualitas produk yang dihasilkan dalam rangka memberikan kepuasan pada pelanggan (customer satisfaction), berangkat dari rasa percaya pada setiap orang dengan memperlakukan manusia berdasarkan harga dirinya, kepercayaan dan rasa hormat serta bekerja atas dasar pendekatan menang-menang (win-win aproach) ; termasuk manajemen kualitas total (total quality) manajement atau TQM ).

5.       Generasi V (knowledge and human networking management)
Tokoh charles M. Savage bukunya Fith Generation Management – integrating enterprise through human networking, 1990 ; mengutamakan kualitas melalui kepuasan individu (pelanggan maupun anggota organisasi) ; ciri utamanya adalah bagaimana mengintegrasikan perusahaan melalui jaringan manusia ; unsur manusia di dalam organisasi dihargai sangat tinggi sebagai individu yang memiliki keahlian-keahlian tertentu ; individu anggota organisasi bukan hanya sekedar alat produksi.

Fungsi manajemen
1.       Fungsi-fungsi organik
Mutlak dijalankan oleh manajemen, bila tidak/ tidak mampu, lambat/ cepat organisasi mati.
Henri fayol
-          Planning (perencanaan)
-          Organizing (pengorganisasian)
-          Commanding (pemberian komando)
-          Controlling (pengawasan)
Luther  M. Gullick
-          Planning (perencanaan)
-          Organizing (pengorganisasian)
-          Staffing (pengadaan pegawai)
-           Directing (pemberian bimbingan)
-     Coordinating (pengkoordinasian)
-     Reporting (pelaporan)
-      .....
John D.Millet
- Directing (pemberian bimbingan)
- Facillitating (memposisilitasi)
Harold Koonts & Cyrill O'donnel
- Planning (perencanaan)
- Organizing (pengorganisasian)
- Staffing (pengadaan pegawai)
- Directing (pemberian bimbingan)
- Controlling (pengawasan)
George R. Terry
- Planning (perencanaan)
- Organizing (pengorganisasian)
- Actuating (penggerakan)
- Controlling (pengawasan)
John F. Mee
- Planning (perencanaan)
- Organizing (pengorganisasian)
- Motivating (pemberian motivasi)
- Controlling (pengawasan)
Sondang P. Siagian
- Perencanaan (planning )
- Pengorganisasian (organizing)
- Pemberian motivasi (motivating)
- Pengawasan (controlling)
- Penilaian (evaluating)
Louis A.Alleu
- Leading (kepemimpinan)
- Planning (perencanaan)
- Organizing (pengorganisasian)
- Controlling (pengawasan)


2. fungsi fungsi pelengkap
Tidak mutlak, sebaiknya dilaksanakan, karena pelaksanaan fungsi fungsi itu dengan baik, akan meningkatkan efisiensi, memperlancar usaha pencapaian tujuan dengan efisien, ekonomis dan efektif (contoh: budaya organisasi, tata ruang kantor dll)
Prinsip prinsip manajemen
1.       Devision of work (pembagian pekerjaan)
Spesialisasi di segala bidang untuk mencapai efisiensi dan efektivitas penggunaan pegawai.
2.       Authority and responsibility (kewenangan dan tanggung jawab)
Keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab
3.       Dicipline / disiplin)
Suasana tertib dan teratur, tunduk patuh dan taat pada norma, peraturan, dan ketentuan dengan ikhlas dan sedang hati tanpa paksaan
4.       Unity of command (kesatua perintah)
Perintah laporan dan pertanggungjawaban kepada seseorang pimpinan.
5.       Unity of direction (kesatuan arah)
Seorang kepala dan satu rencana
6.       Sabordination of individual interst to general interst (kepentingan umum di atas kepentingan individu)
Kepentingan umum ditempatkan di atas segala kepentingan.
7.       Remuneration of personnel (gaji / upah / penghasilan )
Sistem dan metode harus adil dan memberikan kepuasan maksimal
8.       Centralization (sentralisasi)
Disentralisasikan atau didesentralisasikan kepada unit unit tergantung situasi dan kondisi yang memberikan hasil yang lebih baik.
9.       scalar chain (jenjang hirarki)
tingkatan wewenang dan tanggung jawab (tertinggi – terendah) tidak boleh menyimpang (dapat dipersingkat)
10.   order (ketertiban)
material dan sosial (tempat tepat bagi sesuatu dan seseorang)
11.   equity (keadilan)
sikap pemimpinan yang baik, ramah dan adil, simpati, kesetiaan dan ketaatan bawahan.
12.   Stability of turn over of personnel (stabilitas jabatan pegawai)
13.   Kepastian, kestabilan dalam bekerja
14.   Initiative (prakarsa)
Kesempatan berprakarsa – indikasi adanya kepuasan
15.   spirit de corps (kesetiakawanan)
team work dan komunikasi yang baik


Unsur unsur manajemen
1.       Man (manusia)
Sangat menentukan ; manusia membuat tujuan ; melakukan proses kegiatan untuk mencapai tujuan
2.       Money (uang)
Uang (penting) sebagai alat ukur nilai
3.       Mechines (alat alat)
Peranan mesin sebagai alat bantu kerja, memudahkan melaksanakan pekerjaan, memberikan keuntungan terhadap tenaga kerja, penggunaanya sangat bergantung kepada manusia, mempermudah harapannya tujuan hidup manusia.
4.       Methode (metode, cara cara kerja)
Tercapai atau tidaknya tujuan sangat tergantung kepada cara melaksanakannya.
5.       Materials (bahan bahan, perlengkapan)
Manajemen ada karena adanya kegiatan manusia secara bersama sama untuk mengurus material.
6.       Market (pasar)
Fungsi pasar (penting) untuk memasarkan barang-barang hasil produksi sesuatu kegiatan usaha

Teori manajemen
1.       scientific management (teori insentif, 1903)
tokoh : taylor, fayol, gulick, urwick, ; focus pada produktivitas dan memudahkan pekerjaan ; perlu dikembangkan metode kerja dan standard kerja ; muncul time and motion studi ( studi gerak dan waktu dalam melaksanakan pekerjaan) prinsif prinsif kerja ; setiap orang dalam organisasi (tinggi atau rendah), harus diberi perlengkapan kerja (yang standard) dan insentif yang tinggi agar hasil kerja berkualitas.
2.       Teori hubungan manusia (human relation , tahun 1930)
Tokoh : follet, mayo, reothlisberger, sanggahan teori finansial – untuk meningkatkan produktivitas kerja, hubungan yang dinamis dan harmonis
3.       Behavior science (teori perilaku, 1950)
Tokoh : chester I bernard dan herbert simon : gabungan dari teori insentif & teori hubungan manusia (psikologi, sosiologi, ilmu politik dan ekonomi) ; fokus pada perilaku kerja yang koorperatif dalam organisasi ‘’ --- ‘’ perilaku orang akan tergantung pada kebutuhannya, tingkatkan produktivitas individu, berikan insentif sesuai dengan tingkat kebutuhannya.


PERENCANAAN ( PLANNING )
A.      ARTI PERENCANAAN
Bermacam macam pengertian yang diberikan oleh penulis mengenai perencanaan, antara lain :
W. H. Newman
Perencanaan adalah penentuan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan
Louis A. Allen
Perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan
H. Koonts dan O’Donnel
Perencanaan adalah fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan berbagai alternatif tujuan, kebijakan, prosedur, dan program.
Sondang P. Siagian
Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang hal hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Dikenal :
Administrative planning (seluruh unit)
Managerial planning (departemental dan operational)
George R. Terry
Perencanaan adalah pemilihan fakta-fakta dan usaha menghubung-hubungkan antara fakta yang satu dengan yang lain, kemudian membuat perkiraan dan peramalan tentang keadaan dan perumusan tindakan untuk masa yang akan datang yang sekiranya diperlukan untul mencapai masu yang dikehendaki
Kesimpulan :
Perencanaan adalah pola perbuatan yang menggambarkan dimuka hal-hal yang akan dikerjakan kemudian.

B.      UNSUR – UNSUR PERENCANAAN
1.       Rasional (dibuat dengan pemikiran yang rasional ; tidak secara khayalan / angan angan ; harus dapat dilaksanakan ) ;
2.       Estimasi (dibuat berdasarkan analisa fakta dan perkiraan yang mendekati / estimate ; untuk pelaksanaan yang akan segera dikerjakan ) ;
3.       Preparasi (dibuat sebagai persiapan / pre-parasi ; pedoman / patokan tindakan yang akan dilakukan / bukan untuk yang telah lalu ) ;
4.       Operational (dibuat untuk dilaksanakan, untuk keperluan tindakan tindakan kemudian dan seterusnya ; bukan yang telah lalu )

C.      FUNGSI PERENCANAAN
1.       Interpretasi
2.       Foresting
3.       Koordinasi
4.       Ekonomis
5.       Pedoman


D. PRINSIP / ASAS PERENCANAAN
·         contriputeir
·         primary activity
·         pervasivitas
·         alternative
·         efficiency
E. MACAM PERENCANAAN
1. penggunaan
- single use plane (sekali pakai)
- repeats plan / standing plan (berulang/ tetap)
2. proses
- policy planning
- program planning
- operational planning
3. jangka waktu
- long range planning(5-25 th)
- intermediate planning (1-5 th)
- abort range planning ( < 1 th )
4. wilayah / tempat pelaksanaan
- rural planning
- city planning
- regional planning
- national planning
5. materi / objek
- personnel planning
- financial planning
- industrial planning
- educational planning
- sosio economic planning
6. segi umum dan khusus
- general plans (rencana umum)
- special plans (rencana khusus)
- over all planning (perencanaan pola kerja umum)
- network planning (perencanaan jaringan kerja)
F. SUMBER PERENCANAAN
1. kebijakan pucuk pimpinan
2. Hasil pengawasan
3. Kebutuhan masa depan
4. Penemuan penemuan baru
5. Prakarsa dari dalam
6. Prakarsa dari luar
G. PEMBUAT PERENCANAAN
1. perorangan (tenaga staf)
2. Unit staff (bagian perencanaan)
3. Panitia (badan perencanaan)
4. Kontaktor (konsultan)
H. TINDAKAN / LANGKAH LANGKAH POKOK PERENCANAAN
1.       menentukan masalah, tugas, tujuan dan kebutuhan secara jelas
2.       mencari informasi secara lengkap yang berhubungan dengan berbagai kegiatan
3.       mengobservasi, meneliti, menganalisis dan mengklasifikasi informasi yang sudah terkumpul
4.       melaksanakan metode perencanaan yang telah dibuat dengan menetapkan perencanaan dan mempertimbangkan hambatan hambatan dengann berbagai kegiatan
5.       menetapkan planning alternatif
6.       memilih dan memeriksa rencana yang diajukan
7.       membuat sintesis (metode / aternatif penyelesaian )
8.       mengatur urutan dan waktu rencana secara terperinci
9.       mengadakan evaluasi (penilaian)

I.PERENCANAAN YANG BAIK
1. mengetahui sifat / prinsip perencananaan yang baik
o   mempermudah tercapainya tujuan
o   bersifat sederhana
o   luwes
o   bersifat praktis / pragmatis
o   merupakan forcasting
2. memandang proses perencanaan sebagai suatu rangkaian pertanyaan yang harus dijawab, sbb :
o   what (apa) = tujuan (tindakan apa yang perlu dilakukan )
o   when (kapan) = waktu (kapan hal tersebut perlu dilakukan)
o   how (bagaimana)= cara mengerjakannya (bagaimana cara melakukan pekerjaan tersebut)
o   who (siapa) = tenaga kerja (siapa yang melakukan pekerjaan tersebut)
o   where (dimana) = tempat (dimana pekerjaan itu harus dilakukan)
o   why (mengapa) =keperluannya (mengapa pekerjaan itu harus dilakukan).
3. memandang proses perencanaan sebagai suatu masalah yang harus dipecahkan dengan mempergunakan teknik teknik ilmiah (techniques of problem solving), melalui langkah :
o   mengetahui sifat hakikat masalah yang dihadapi (know the nature of the problem).
o   Mengumpulkan data (collect data)
o   Menentukan beberapa alternatif (determination of several alternatives),
o   Memilih cara yang terbaik (selection of the seeminingly best way from among alternatives)’
o   Pelaksanaan (execution)
o   Penilaian hasil (evaluation of results)

PENGORGANISASIAN (ORGANIZING)
A. Arti Organisasi

o   James D. Mooney, organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama
o   George R. Terry, organisasi adalah mengalokasikan seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan antara kelompok kerja dan menetapkan wewenang relatif serta tanggung jawab masing masing individu yang bertanggung jawab untuk setiap komponen kerja dan menyediakan lingkungan kerja yang tepat dan sesuai.
o   Staf dosen balai pembinaan administrasi UGM, organisasi adalah suatu sistem usaha kerja sama daripada sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama.
o   Prof. Dr. Sondang Siagian, organisasi adalah setaip bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerjasama untuk sesuatu tujuan bersama dan terikat secara formal dalam persekutuan mana selalu terdapat hubungan antara :
Seseorang / sekelompok orang yang disebut pimpinan dan seorang / sekelompok orang lain yang disebut bawahan.

B. HAKIKAT  ORGANISASI
Sebagai alat manajemen, organisasi dapat disiplin dari dua sudut pandang, yaitu :
·         Organisasi sebagai wadah (relatif statis), tempat dimana kegiatan-kegiatan manajemen dilaksanakan.
·         Organisasi sebagai proses (dinamis). Interaction antara orang-orang di dalam organisasi (formal dan informal)
C. UNSUR ORGANISASI
o   Kelompok orang
o   Kerjasama
o   Tujuan bersama
D. FUNGSI ORGANISASI
o   Mengatur kerja dan kerjasama yang sebaik-baiknya
o   Mencegah keterlambatan dan kesulitan kerja
o   Mencegah kesimpangsiruan kerja
o   Menentukan pedoman pedoman kerja
F. PRINSIF ORGANISASI
Ada dua belas prinsif organisasi, sebagai berikut :
1.       Menetapkan tujuan (the objective) dengan jelas, dimengerti, dipahami, diterima, diijiwai setiap orang dalam melaksanakan tugas (agar terjadi penghematan tenaga, material, biaya dan waaktu).
2.       Kesatuan arah (unity of direction)
3.       Kesatuan perintah (unity of commend)
4.       Keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab seseorang atau pelimpahan wewenang (delegation of authority). Ada 3 jenis :
·         Pelimpahan wewenang ke bawah (dari pejabat yang lebih tinggi ke pejabat yang lebih rendah)
·         Pelimpahan wewenang horizontal (penyerahan kekuasaan antara pejabat yang sederajat)
·         Pelimpahan wewenang ke atas (penyerahan dari pejabat bawahan kepada pejabat atasannya)
5.       Pembagian tugas (distribution of work), pembagian kerja )homogenetise assignment), departementasi (devisionisasi)
Pedoman pembagian kerja, sbb :
o   Jumlah unit organisasi (semaksimalmungkin sesuai kebutuhan)
o   Organisasi mempunyai fungsi bulat dan berkaitan satu sama lain.
o   Pembentukan unit baru hanya dilakukan bila unit yang ada tidak tepat lagi menampung kegiatan yang sangat berbeda.
o   Secara garis besar dalam suatu organisasi dibedakan sesuai dengan aktivitas yang dilakukannya.
6.       Struktur organisasiharus disusun sesederhana mungkin.
7.       Pola dasar organisasi harus relatif permanen.
8.       Adanya jaminan jabatan (security of tenure)
9.       Balas jasa yang diberikan kepada setiap orang harus setimpal dengan jasa yang diberikan
10.   Penampatan orang yang sesuai dengan keahliannya (the right man in the right place on the right time)
11.   Batas kemampuan pengawasan (spand of control), atau jenjang bertangga (hierarchie). Tergantung beberapa faktor :
        o   Subjektif (kecakapan dan keahlian, pengalaman, kesehatan unsur, bakat, kepemimpinan   seseorang, kepribadian, kedudukan sosial, dan lain lain)
o   Objektif (factor di luar diri seseorang, faktorlingkungan : jenis pekerjaan, waktu untuk menyelesaikan pekerjaan, kestabilan organisasi, jarak antara pengawas dan bawahan, banyak sedikitnya pekerjaan pada bawahan atau atasan)
12. koordinasi
Unsur unsur koordinasi
·         Kualitas dan kuantitas
·         Waktu
·         Penentuan (determinasi) arah dalam tindakan tindakan kerja
G. BENTUK ORGANISASI
1. Lini / garis (line organisastion)
Suatu bentuk organisasi dimana kepala eksekutif (chief executive) dipandang sebagai sumber wewenang tunggal, segala keputusan/ kebijakan dan tanggung jawab ada pada satu tangan.
Sifat/ ciri ciri
o   Organisasi kecil
o   Jumlah pegawai sedikit
o   Pemilik biasanya menjadi pemimpin tertinggi dalam organisasi
o   Hubungan kerja bersifat langsung (face to face relationship)
o   Spesialisasi yang dibutuhkan rendah
o   Anggota organisasi saling kenal mengenal
o   Tujuan sederhana
o   Alat alat sederhana
o   Sktruktur organisasi sederhana
o   Produksi yang dihasilkan belum beraneka ragam
o   Pimpinan organisasi seorang tunggal
o   Garis komando ke bawah kuat
2. organisasi staf (staff organisazition)
Adalah suatu organisasi yang mempunyai hubungan dengan pucuk pimpinan dan mempunyai fungsi memberikan bantuan, baik berupa pemikiran maupun bantuan yang lain demi kehancuran tugas pimpinan dalam mencapai tujuan secara keseluruhan (tidak mempunyai garis komando ke bawah / ke daerah daerah)
3. organisasi lini / garis dan staf (line staff organization)
Suatu bentuk organisasi dimana pimpinan dibantu oleh staf dan ada kesatuan komando serta memiliki garis komando dari tingkat yang paling atas hingga tingkat yang paling bawah atau dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah
Sifat / ciri ciri
o   Tidak terlalu menekankan pada hirarki structural
o   Lebih banyak didasarkan kepada sifat dan macam fungsi yang perlu dijalankan
4. organisasi tipe panitia (committee type of organization)
Adalah suatu bentuk organisasi dimana pimpinan berbentuk koletif terdiri atas beberapa orang, segala keputusan diambil dalam suatu kourum dan menjadi tanggung jawab bersama.
Sifat / ciri ciri:
o   Pemimpin dan pelaksana dibentuk dalam kelompok kelompok yang bersifat panitia
o   Tugas kepemimpinan dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok orang
o   Semua anggota pimpinan mempunyai hak, wewenang dan tanggung jawab yang sama
o   Para pelaksana dikelompokkan menurut tugas yang harus dilakukan dalam bentuk task force
Bentuk lain organisasi, (menurut the liang gie)
o   Jumlah orang yang memegang pimpinan
o   Bentuk tunggal (dipimpin oleh satu orang)
o   Bentuk komisi (dipimpin oleh lebih dari satu orang)
Lalu lintas wewenang dan tanggung jawab, serta hubungan kerja pada kesatuan dalam organisasi:
o   Bentuk lurus
o   Bentuk fungsional
o   Bentuk lurus dan fungsional
Bagan organisasi, (hendry G. Headges)
o   Piramida
o   Horizontal
o   Vertical
o   Lingkaran
o   Lukisan
Masing masing bagan (kecuali bentuk lukisan ) dapat dibedakan menurut isi, sebagai berikut:
o   Struktural
o   Fungsional
o   Jabatan
o   Nama
PENGGERAKAN (ACTUATING)
o   George R. Terry
Menempatkan semua anggota kelompok agar bekerja secara sadar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan perencanaan dan pola organisasi
o   Prof. Dr. Mr. S. Prajudi Atmosudirdjo
Pengaktifan orang orang sesuai dengan rencana dan pola organisasi yang telah ditetapkan
o   Prof. Dr. H. Arifin Abdurrachman, MPA
Kegiatan manajemen untuk membuat orang orang lain suka dan dapat bekerja
Istilah penggerakan
Terdapat beberapa terminology penggerakan dalam bahasa asing, antara lain :
o   Actuating, yaitu penggerakan orang lain secara umum(dari belakang)
o   Directing, yaitu penggerakan orang lain dengan memberikan petunjuk-petunjuk dan pengarahan, (pimpinan terkesan jauh dari pelaksana dan berada di samping)
o   Commanding, yaitu menggerakan orang lain dengan memberikan perintah atau komando, dan kadang kadang paksaan (pemimpin terkesan berada di atas)
o   Motivating, yaitu menggerakan orang lain dengan memberikan instruksi, alasan, bimbingan, nasehat, dan koreksi (pemimpin terkesan berada di tengah-tengah)
o   Staffing, yaitu menggerakan orang lain dengan menempatkannya pada fungsi yang sesuai ataupun dengan memberikan jabatan tertentu
o   Leading, yaitu menggerakan orang lain dengan memberikan contoh dan teladan yang baik
Teori kebutuhan
Kebutuhan adalah suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara suatu kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri
o   Teori tingkat kebutuhan (hierarchi of needs) oleh abraham maslow, ada 5 (lima) tingkatan, yaitu :
1.       Kebutuhan fisiologis (85%), kebutuhan untuk makan, minum, perlindungan fisik, bernafas, seksual
2.       Kebutuhan rasa aman (70%), kebutuhan akan perlindungan dari ancaman, bahaya, pertentangan, dan lingkungan hidup.
3.       Kebutuhan untuk merasa memiliki (50%), kebutuhan untuk diterima oleh kelompok, berafilisasi, berinteraksi, dan kebutuhan untuk mencintai serta dicintai
4.       Kebutuhan akan harga diri (40%), kebutuhan untuk dihormati, dan dihargai oleh orang lain
5.       Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri (10%), kebutuhan untuk menggunakan kemampuan, skill, dan potensi kebutuhan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide ide, memberi penilaian dan kriteri terhadap sesuatu
Teori kebutuhan manusia oleh David Mc Clelland, ada (tiga) yaitu :
o   Need for achievement (kebutuhan untuk berprestasi). Yaitu kebutuhan untuk berprestasi yang merupakan refleksi dari dorongan akan tanggung jawab untuk memecahkan masalah
o   Need for affiliation (kebutuhan untuk berafiliasi), yaitu kebutuhan untuk berafiliasi yang merupakan dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain, berada bersama orang lain, tidak mau melakukan sesuatu yang merugikan orang lain
o   Need for power (kebutuhan untuk berkuasa)
Yaitu kebutuhan untuk kekuasaan yang merupakan refleksi dari dorongan untuk mencapai otoritas, untuk memiliki pengaruh terhadap orang lain.
Teori ERG (existence, relatedness, growth) oleh alderfer.
1.       Existence needs
Kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai, seperti makan, minum, pakaian, bernafas, gaji, keamanan kondisi kerja, fringe bernefita.
2.       Relatedness needs
Kebutuhan interpersonal, yaitu kebutuhan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja
3.       Growth needs
Kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. Hal ini berhubungan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai

Teori (x) dan (y) oleh Douglass Mc Gregor
Ada dua pendekatan mengenai tingkah laku dengan menggunakan asumsi asumsi mengenai sifat manusia, yaitu :
1.       Teori (x), berasumsi :
o   Umumnya manusia tidak senang bekerja dan berusaha untuk menghindar jika mungkin
o   Pada umumnya manusia ini harus diawasi dengan ketat, dipaksa, dan diberi hukuman untuk tujuan tujuan organisasi
o   Pada umumnya manusia ini tidak mempunyai ambisi, tidak menginginkan tanggung jawab, bahkan lebih sukar untuk diarahkan
o   Motivasi untuk seseorang menurut teori (x) hanya berlaku lower needs (kebutuhan tingkat dasar / rendah )
2.       Teori (y), dengan asumsi :
o   Bahwa bekerja adalah kodrat manusia
o   Bahwa manusia itu akan mengawai dan mengarahkan dirinya sendiri untuk mencapai tujuan organisasi karena sudah ada keterikatan terhadap organisasi
o   Manusia akan mengawasi dirinya sendiri dan akan berprestasi jika diberikan motivasi yang baik,
o   Motivasi pada teori (y) tidak hanya pada lower need, tetapi juga pada higher needs.

Teknik penggerakan
1.       Jelaskan tujuan kepada setiap orang yang ada dalam organisasi
2.       Usahakan agar setiap orang menyadari, memahami serta menerima baik tujuan tersebut
3.       Jelaskan filsafat yang dianut pimpinan organisasi dalam menjalankan kegiatan kegiatan organisasi
4.       Jelaskan kebijaksanaan kebijaksaaan yang ditempuh oleh pimpinan organisasi dalam usaha pencapaian tujuan
5.       Usahakan agar setiap orang mengerti struktur organisasi
6.       Jelaskan peranan apa yang diharapkan oleh pimpinan organisasi untuk dijalankan oleh setiap orang
7.       Tekankan pentingnya kerjasama dalam melaksanakan kegiatan kegiatan yang diperlukan
8.       Perlakukan setiap bawahan sebagai manusia dengan penuh pengertian
9.       Berikan penghargaan serta pujian kepada pegawai yang cakap dan teguran serta bimbingan kepada orang orang yang kurang mampu bekerja
10.   Yakinkan setiap orang bahwa dengan bekerja baik dalam organisasi tujuan pribadi orang orang tersebut akan tercapai semaksimal mungkin
FUNGSI PENGGERAKAN
o   Komunikasi
Berbicara dengan bawahan, memberi penjelasan dan penerangan memberikan isyarat, meminta keterangan, memberikan nota, mengadakan pertemuan rapat briefing, pelajaran, wejangan dan sebagainya
o   Human Relation
Memperhatikan nasib bawahan sebagai manusia dan selalu ada keseimbangan antara kepentingan pribadi pegawai, mengembangkan kegembiraan dan semangat kerja yang sebaik-baiknya dan kepentingan umum organisasi
o   Leadership
Menunjukkan dan membuat bawahan merasa bahwa mereka dilindungi dan dibimbing, bahwa mereka mempunyai seorang sumber pimpinan dan penerangan dalam menghadapi kesulitan dan masalah pekerjaan maupun pribadi keluarga (inti penggerakan)
o   Pengembangan eksekutif
Berusaha agar setiap bawahan dapat mengambil keputusan sendiri yang tepat dalam melaksanakan pekerjaan / tugas masing masing, agar setiap bawahan terbuka dan atas prakarsa sendiri selalu berusaha untuk menekankan biaya, memperkuat disiplin, meningkatkan mutu kerja dan sebagainya
o   Mengembangkan rasa tanggung jawab
Mengembangkan sikap pada bawahan untuk tidak menerima apabila tidak melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya
o   Pemberian komando
Memberi perintah, instruksi, direktif, meminta laporan dan pertanggungjawaban, memberi teguran dan pujian
o   Mengadakan pengamatan
Atas pekerjaan dan aktivitas bawahan langsung
o   Pemeliharaan moral dan disiplin
Mendidik serta memberi contoh kepada bawahan tentang apa yang baik dan patut dilaksanakan, menjaga ketertiban, kesopanan dan kerukunan
PENGAWASAN (CONTROLLING)
o   George R. Terry
Proses penentuan apa yang akan dicapai, yaitu standard, apa yang sedang dihasilkan, yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan bilaman perlu mengambil tindakan korektif sehingga pelaksanaan dapat berjalan menurut rencana yaitu sesuai dengan standard
o   Drs. M. Manulang
Suatu proses untuk menetapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya dan mengoreksi bila perlu dengan maksud supaya pelaksanaan seauai dengan rencana semua
o   Prof. Dr. Sondang P. Siagian
Proses pengamatan pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya
Sasaran pengawasan
o   Bahwa melalui pengawasan pelaksanaan tugas tugas yang telah ditentukan sungguh sungguh sesuai dengan pola yang telah digariskan dalam rencana
o   Bahwa struktur serta hirarki organisasi sesuai dengan pola yang telah ditentukan dalam rencana
o   Bahwa seseorang sungguh sungguh ditempatkan sesuai dengan bakat, keahlian dan pendidikan serta pengalamannya dan bahwa usaha pengembangan keterampilan bawahan dilaksanakan secara berencana, kontinu dan sistematis
o   Bahwa penggunaan alat alat diusahakan agar sehemat mungkin
o   Bahwa system dan prosedur kerja tidak menyimpang dari garis gari kebijakan yang telah tercermin dalam rencana
o   Bahwa pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab didasarkan pada pertimbangan pertimbangan yang objektif dari rasional, dan tidak atas dasar personal likes and dislikes
o   Bahwa tidak terdapat penyimpangan dan atau penyelewengan dalam penggunakan kekuasaan, kedudukan, maupun dan terutama keuangan
Sifat pengawasan
o   Fact finding (menemukan fakta), pelaksanaan fungsi pengawasan harus menemukan fakta fakta tentang bagaimana tugas tugas dijalankan dalam organisasi (factor biaya, tenaga kerja, system dan prosedur kerja, struktur organisasi dan faktor psokologis seperti rasa dihormati, dihargai, kemajuan dalam karir dan lain lain)
o   Preventif (mencegah ) , proses pengawasan dijalankan untuk mencegah timbulnya penyimpangan dan penyelewengan dari rencana yang telah ditentukan
o   Masa sekarang, pengawasan hanya dapat ditujukan terhadap kegiatan kegiatan yang kini sedang dilaksanakan
o   Sebagai alat, pengawasan hanyalah sekedar alat untuk meningkatkan efisiensi, tidak boleh dipandang sebagai tujuan
o   Mempermudah tercapainya tujuan, pelaksanaan pengawasan harus mempermudah tercapainya tujuan
o   Efisien, jangan sampai pengawasan malahan menghambat usaha peningkatan efisiensi
o   Menemukan apa yang tidak betul, buka siapa yang salah. Pengawasan tidak untuk menentukan siapa yang salah, jika ada ketidakberesan, akan tetapi untuk menemukan apa yang tidak betul
o   Bersifat membimbing, pengawasan harus bersifat membimbing agar para pelaksana meningkatkan kemampuannya untuk melakukan yang ditentukan


Teknik pengawasan
Pada prinsifnya terdapat dua macam teknik pengawasan, yaitu :
1.       Pengawasan langsung (direct control), apabila pimpinan organisasi mengadakan sendiri pengawasan terhadap kegiatan yang sedang dijalankan, dapat berbentuk : inspeksi langsung, on the spot observation, on the spot report.
2.       Pengawasan tidak langsung (indirect control), pengawasan dari jarak jauh, dilakukan melalui laporan yang disampaikan oleh para bawahan, dapat berbentuk : tertulis dan lisan
Metode pengawasan
1.       Metode observasi langsung, metode pengamatan langsung oleh atasan / pimpinan terhadap pelaksanaan kerja yang sedang dilakukan oleh pegawai / petugas
2.       Metode statistik, pengamatan dilakukan melalui data yang disusun secara statistik dan grafis (statistik disusun dari data yang sudah diolah sehingga mudah difahami)
3.       Metode laporan, pengawasan dilakukan setelah diketahui kesalahan, kekeliruan dan penyalahgunaan dari laporan yang diterima
Proses pengawasan
Proses pengawasan terdiri atas beberapa tindakan, antara lain :
·         Menetapkan dasar (standard) pengawasan (menentukan apa yang harus dikerjakan, yang hendak dicapai, diharapkan, dituju atau dicita citakan)
·         Meneliti, memeriksa dan menilai hasil yang dapat dicapai (meneliti apa yang sedang dilakukan, dikerjakan)
·         Membandingkan hasil pelaksanaan dengan dasar (standard) yang telah ditetapkan (membandingkan hasil dengan apa yang diharapkan, dicita citakan sebelumnya)
·         Memperbaiki penyimpangan, kesalahan, dan kelemahan dengan tindakan koreksi (menerima hasil atau menolak hasil yang dicapai melalui tindakan tindakan yang telah dilakukan )
Fungsi pengawasan
Ada beberapa macam fungsi pengawasan yang baik, antara lain :
·         Mencegah penyimpangan
·         Memperbaiki kesalah/kelemahan
·         Menindak penyalahgunaan/penyelewengan
·         Mendinamisasi organisasi dan kegiatan manajemen
·         Mempertebal rasa tanggung jawab
·         Mendidik pegawai / pelaksana

Zack Tabudlo - Give Me Your Forever Lyrics

  Do you remember When we were young you were always with your friends Wanted to grab your hand and run away from them I knew that it was ti...