Minggu, 30 Oktober 2016

C. KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN



C. KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN

1. kebudayaan

Koentjaraningrat menyebutkan bahwa kita kebudayaan berasal dari kata sansekerta buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi, berarti budi atau akal. Dengan demikian, kebudayaan bisa diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal.

Sementara itu, ada juga yang mengupas kata budaya sebagai suatu turunan dari kata majemuk budidaya yang artinya daya dari budi. Sedangkan kata culture, yang merupakan kata asing dari kebudayaan, berasal dari kata latin colere yang berarti mengolah, mengerjakan, terutama mengolah tanah atau bertani. Dari pengertian ini berkembanglah kata culture yang artinya segala upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam.

E.B. TAYLOR
Suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

KLUCKHOHN & KELLY
Semua rancangan hidup yang tercipta secara historis, baik yang eksplisit maupun implisit, rasional, irasional, yang ada pada suatu waktu sebagai pedoman yang potensial untuk perilaku manusia.

SELO SOEMARDJAN & SOELEMAN SOEMARDI
Semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

KOENTJARANINGRAT
Keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.

Berdasarkan definisi para ahli tersebut dapat dinyatakan bahwa unsur belajar merupakan hal penting dalam tindakan manusia yang berkebudayaan. Hanya sedikit tindakan manusia dalam rangka kehidupan bermsyarakat yang tak perlu dibiasakan dengan belajar.

a.       Wujud kebudayaan
Berikut adalah tiga wujud kebudayaan menurut J.J. HOENIGMAN

1.       Gagasan
Merupakan wujud ideal kebudayaan yang berupa kumpulan ide ide, nilai nilai norma norma, peraturan, dan sebagainya. Sifatnya abstrak, tidak dapat diraba, dan disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala kepala atau di alam pikiran warga masyarakat tersebut. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut. Zaman sekarang, kebudayaan ideal banyak juga yang tersimpan di dalam arsip, disket, compact disc, microfilm, pita computer, dan lain lain.

2.       Aktivitas
Merupakan wujud kebudayaan sebagai suatu kegiatan serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud yang kedua ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan konak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi di sekeliling kita sehari hari, bisa diamati, difoto, dan didokumentasikan.

3.       Artefak
Merupakan wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat. Wujud artefak dapat berupa benda benda atau hal hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifat artefak paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan lainnya sehingga paling mudah dilihat atau diidentifikasi dalam kehidupan sehari hari.

Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dengan wujud kebudayaan yang lain. Wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan dan karya manusia.

b.      Unsur kebudayaan
KOENTJARANINGRAT, dengan mengacu pada pendapat KLUCKHOHN,  menggolongkan unsur unsur pokok yang ada pada tiap kebudayaan dunia sebagai berikut .
1.       Bahasa
2.       Sistem pengetahuan
3.       Organisasi sosial
4.       Sistem peralatan hidup dan teknologi
5.       Sistem mata pencaharian hidup
6.       Sistem religi
7.       Kesenian

c.       Komponen kebudayaan
Tiap tiap unsur kebudayaan universal itu menjelma dalam ketiga wujud kebudayaan diatas, yakni gagasan, aktivitas, dan artefak. Berdasarkan wujudnya, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama.
1.       Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata dan konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhiasan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
2.       Kebudayaan nonmaterial
Sosiologi cenderung memusatkan perhatian pada kebudayaan nonmaterial, yaitu ciptaan ciptaan abstrak diwariskan dari generasi ke generasi dalam masyarakat. Inilah denyut nadi kehidupan sosial.

2.       Kebudayaan dan pengaruhnya terhadap kepribadian

a.       Kebudayaan dan kepribadian
Kebudayaan merupakan karakter suatu masyarakat, bukan karakter individual. Semua yang dipelajari dalam kehidupan sosial dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya merupakan kebudayaan. Menurut RALPH LINTON, kebudayaan adalah warisan sosial dari anggota anggota suatu masyarakat.

GOODMAN dan MARX melihat kebudayaan sebagai warisan yang dipelajari dan ditransmisikan secara sosial, yang terdiri dari artefak, pengetahuan, kepercayaan, nilai, dan harapan harapan normatif yang menjadi pedoman bagi masyarakat dalam menghadapi masalah masalahnya. Kebudayaan menerangkan dan menjamin ketersediaan makanan, pakaian, bahasa, nilai nilai, kepercayaan, dan praktik praktik untuk masyarakatnya. Secara sederhana, kebudayaan memberi bentuk dan struktur pada kehidupan sosial.

M.J. HERSKOVITS memandang budaya sebagai sesuatu yang superorganic karena budaya bersifat turun temurun meskipun masyarakat senantiasa silih berganti disebabkan oleh kematian dan kelahiran. Kemudian, budaya langsung memengaruhi perilaku dan kepribadian individu karena individu tinggal dalam lingkungan masyarakat yang memiliki budaya itu.

THEODORE M. NEWCOMB mengatakan kepribadian menunjuk pada organisasi sikap sikap seseorang untuk berbuat, mengetahui, berpikir, dan merasakan secarakhusus apabila dia berhubungan dengan orang lain atau menanggapi sesuatu keadaan.

Kebudayaan tidak bisa lepas dari kepribadian inidividu melalui suatu proses belajar yang panjang. Dalam proses belajar yang disebut sosialisasi itu, kepribadian atau watak tiap tiap individu pasti juga mempunyai pengaruh terhadap perkembangan kebudayaan itu secara keseluruhan. Gagasan gagasan, tingkah laku, atau tindakan manusia itu ditata, dikendalikan, dan dimantapkan pola polanya oleh berbagai sistem nilai dan norma yang hidup dimasyarakatnya.

Sebaliknya, kebudayaan suatu masyarakat turut memberikan sumbangan pada pembentukan kepribadian seseorang. Kepribadain suatu individu dalam suatu masyarakat, walaupun berbeda beda satu sama lainnya, dirangsang dan dipengaruhi oleh nilai nilai dan norma norma dalam sistem budaya dan juga oleh sistem sosial yang telah diinternalisasinya (diserap ke dalam dirinya) melalui proses sosialisasi dan proses pembudayaan selama hidup sejak masa kecilnya.

b.      Perkembangan anak
Ciri ciri dan unsur kepribadian seorang inidividu dewasa sebenarnya sudah tertanam kedalam jiwa seseorang sejak awal, yaitu pada masa kanak-kanak melalui proses sosialisasi.

KOKOENDJARANINGRAT mentakan bahwa kepribadian adalah watak khas seseorang yang tampak dari luar sehingga orang luar memberikan kepadanya suatu identitias khusus. Identitas khusus tersebut diterima dari warga masyarakatnya. Jadi, terbentuknya kepribadian dipengaruhi oleh factor kedaerahan, cara hidup di kota atau di desa, agama, profesi, dan kelas sosial. 

Kepribadian ada yang selaras da nada yang tidak selaras dengan lingkungan alam serta sosial. Pembentukan kepribadian banyak dipengaruhi oleh pengalaman sebagai anak anak yang berada dalam asuhan orang orang terdekat di lingkungannya yaitu ayah, ibu, kakak, juga inidividu inidividu lain yang berada di sekelilingnya.

Kepribadian juga sangat ditentukan oleh cara cara ia diajari makan, bermain, disiplin, dan bergaul dengan anak anak lainnya pada waktu kecil. Tiap tiap kebudayaan mempunyai cara pengasuhan anak yang berbeda beda yang menunjukkan adanya kesamaan pola-pola adat dan norma norma tertentu. Setelah anak anak itu menjadi dewasa, beberapa kepribadian watak yang sama akan tampak menonjol pada banyak individu yang telah menjadi dewasa itu.

Bagan tersebut menjelaskan hubungan antara kebudayaan dan kepribadian. Kepribadian mengacu pada ciri ciri khas dan sifat sifat yang mewakili sikap atau tabit seseorang. Termasuk didalam konsep kepribadian adalah pola pola pemikiran, perasaan, konsep diri, perangai, mentalitas, dan segala kebiasaan kebiasaan. Inidividu dan perilakunya disesuaikan dengan masyarakat dan kebudayaannya.

c.       Kebudayaan dan watak khas kebudayaan
Pada tiap tiap masyarakat terdapat pola pola kebudayaan sendiri yang tidak dimiliki oleh masyarakat lainnnya. Dari sini akan muncul karakteristik kepribadian suatu masyarakat. DU BOIS menyebutnya dengan kepribadian umum. Kepribadian umum suatu masyarakat berbeda dengan masyarakat lainnya karena tiap masyarakat mengembangkan kebudayaannya sendiri atau tipe kepribadian yang sesuai dengan kebudayaannya. Selain itu, tiap masyarakat juga memiliki kepribadian dasar. Kepribadian dasar itu ada karena individu anggota masyarakat itu mendapat pengaruh lingkungan kebudayaan setempat yang sama selama masa pertumbuhannya. 

Suatu kebudayaan sering memancarkan suatu watak khas tertentu yang tampak dari luar. Watak inilah yang terlihat oleh orang asing. Watak khas itu sering tampak pada gaya tingkah laku masyarakatnya, kegemaran kegemaran, dan berbagai benda budaya hasil karya
mereka.

KOENDJARANINGRAT mencontohkan seorang batak yang mengamati kebudayaan jawa. Orang batak itu hanya bisa mengamati kebudayaan jawa yang tampak dari luar. Ia akan mengatakan bahwa watak khas kebudayaan jawa memancarkan keselarasan, kesuraman, ketenangan, yang berlebihan sehingga sering terlihat lamban, gemar akan karya dan gagasan yang berbelit belit. Kemudian gambaran orang batak tentang watak kebudayaan jawa itu biasanya akan digambarkan bahwa bahasa jawa terpecah kedalam tingkat tingkat bahasa yang rumit dan mendetail. Sopan santun dan gaya tingkah laku yang pantang agresif. Tingkah lakunya tenang tak tergoyahkan. Orang jawa gemar akan warna warna gelap dan tua, senang pada seni suara gamelan yang tidak keras, menyukai benda benda kesenian dan kerajinan dengan hiasan yang sangat mendetail dengan bentuk berliku liku.

Demikian pula jika orang batak tadi mengamati kebudayaan sunda. Ia akan menggambarkan kebudayaan sunda sebagai kebudayaan yang memancarkan detail detail, bersifat lebih dinamis dan menyala walau masih tetap terlihat lamban. Kemudian tentang unsur adat sopan santun, ia akan menyebutkan bahwa bahasa sunda mengenal sistem sistem tingkat bahasa, walaupun tidak serumit bahasa jawa. Kebudayaan sunda gemar akan warna warna yang muda dan menyala. Selain itu, menyukai seni suara gamelan dengan lagu lagu yang lebih polos, dan dengan bunyi gendang yang sangat keras.

Demikianlah jika kepribadian suatu masyarakat dilihat oleh orang diluar masyarakat kebudayaan itu. Namun demikian, belum tentu apa yang diungkapkan diatas sepenuhnya benar. Itu hanyalah gambaran umum suatu kepribadian masyarakat tertentu menurut pengamatan sepintas berdasarkan kepribadian umum yang terlihat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Zack Tabudlo - Give Me Your Forever Lyrics

  Do you remember When we were young you were always with your friends Wanted to grab your hand and run away from them I knew that it was ti...