Jumat, 11 Desember 2015

Manusia dan Egois





Ciri-ciri egoisme adalah menjadikan semuanya untuk kepentingan diri sendiri.




Pengertian yang berbeda dimiliki oleh orang dunia dan orang percaya. Bagi orang dunia, mengasihi diri sendiri berarti mengupayakan kesenangan atau kebahagiaannya sendiri; sering ini diburunya tanpa memedulikan kepentingan sesamanya manusia. Namun bagi orang percaya, mengasihi diri sendiri bukanlah suatu sikap egoisme.

Memang ini sulit dipahami oleh manusia pada umumnya, yang mempunyai konsep mengenai kesenangan dan kebahagiaan yang salah. Kebahagiaan yang dianggap oleh orang pada umumnya adalah suasana jiwa yang ditopang oleh fasilitas dunia ini - kekayaan, kehormatan, kesehatan dan lain sebagainya. Untuk hal ini orang berani mempertaruhkan apa yang ada padanya tanpa batas, dan yang paling mengerikan adalah tidak memedulikan Tuhan, dalam arti tidak menempatkan Tuhan di tempat yang terhormat dalam kehidupannya. Dunia mengkondisikan manusia pada umumnya memiliki sikap mengasihi diri sendiri secara salah ini. Inilah cara pembantaian yang dilakukan kuasa kegelapan untuk membinasakan manusia.

Tuhan turun ke dunia menyelamatkan manusia karena berbelas kasih kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak berbelas kasih kepada dirinya sendiri. Tuhan bermaksud menyelamatkan manusia, tetapi manusia lebih suka membinasakan dirinya sendiri. Jadi, kalau Tuhan mengajarkan kebenaran dan menganjurkan agar manusia melakukan  Firman Tuhan atau hidup dalam kebenaranNya, sebenarnya semua itu untuk kepentingan manusia sendiri, bukan untuk kepentingan Tuhan. Maka hendaknya kita tidak bersikap curiga terhadap Tuhan, seakan-akan Ia memiliki agenda sendiri untuk kepentinganNya dalam usahaNya menjangkau manusia berdosa.

Kalau selama ini kita masih egois, kita harus bertobat. Ciri-ciri egoisme adalah menjadikan semuanya untuk kepentingan diri sendiri. Berbuat kebajikan didorong untuk mencari kebanggaan dan kepuasan diri sendiri, supaya dilihat sebagai orang baik; memberi persembahan dan dukungan finansial lainnya kepada gereja supaya dilihat sebagai orang yang diberkati, dermawan, dan kemudian memperoleh berkat berlipat kali ganda; melayani di gereja supaya bisa mengenal orang-orang yang berpengaruh, berkedudukan, dan berkekuasaan dan memberikan bisnis dan keuntungan lain kepadanya. Semua aku, aku dan aku. Mengasihi diri sendiri yang benar adalah mengupayakan keselamatan jiwanya, sehingga dapat pula mengusahakan keselamatan jiwa orang lain. Kalau kiat masih egois, sesungguhnya kita tidak mengasihi diri sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Zack Tabudlo - Give Me Your Forever Lyrics

  Do you remember When we were young you were always with your friends Wanted to grab your hand and run away from them I knew that it was ti...