Rabu, 02 Maret 2016

Kota Tanjungpinang

Kota Tanjungpinang
           Tanjungpinang atau sebelumnya disebut Tanjung Pinang (disingkat Tg. Pinang) adalah ibu kota Kepulauan Riau, Indonesia. Yang terletak di koordinat 0º5' lintang utara dan 104º27' bujur timur, tepatnya di Pulau Bintan.
           Kota ini memiliki cukup banyak daerah pariwisata seperti Pulau Penyengat yang hanya berjarak kurang lebih 2 mil dari pelabuhan laut Tanjungpinang - Pelabuhan Sri Bintan Pura, Pantai Trikora dengan pasir putihnya terletak kurang lebih 65 km dari kota, dan pantai buatan yaitu Tepi Laut yang terletak di garis pantai pusat kota sebagai pemanis atau wajah kota (waterfront city).
           Pelabuhan Laut Tanjungpinang - Pelabuhan Sri Bintan Pura memiliki kapal-kapal jenis feri dan feri cepat (speedboat) untuk akses domestik ke pulau Batam dan pulau-pulau lain seperti; kepulauan Karimun dan Kundur, serta kota-kota lain di Riau daratan, juga merupakan akses internasional ke negara Malaysia dan Singapura.

Sejarah
            Berdasarkan Sulalatus Salatin kawasan kota ini merupakan bagian dari Kerajaan Melayu, setelah jatuhnya Malaka ke tangan Portugal, Sultan Mahmud Syah menjadikan kawasan ini sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Malaka. Kemudian menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Johor, sebelum diambil alih oleh Belanda terutama setelah Belanda menundukan perlawanan Raja Haji Fisabilillah tahun 1784 di Pulau Penyengat.
            Pada masa kolonial Belanda, Tanjungpinang ditingkatkan statusnya menjadi pusat pemerintahan dari Residentie Riouw pemerintah Hindia-Belanda. Kemudian di awal kemerdekaan Indonesia, menjadi ibu kota Kabupaten Kepulauan Riau. Setelah menjadi Kota Administratif - Kabupaten Kepulauan Riau hingga tahun 2000, berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2001, pada tanggal 21 Juni 2001, statusnya menjadi Kota Tanjungpinang. Pusat pemerintahan yang semula berada di pusat Kota Tanjungpinang di pemukiman padat penduduk kemudian dipindahkan ke Senggarang (bagian utara kota) sebagai pusat pemerintahan. Hal ini ditujukan untuk mengimbangi kesenjangan pembangunan dan kepadatan penduduk yang selama ini berpusat di Kota Lama (bagian barat kota).

Pemerintahan
       Pada tahun 2002 Dra. Hj. Suryatati A. Manan terpilih sebagai walikota pertama melalui pemilihan oleh DPRD Kota Tanjungpinang. Pada tahun 2007, ia terpilih kembali untuk menjadi Wali Kota Tanjungpinang. Kemudian pada tahun 2013, ia digantikan oleh H. Lis Darmansyah.
     Wilayah administrasi pemerintahan Kota Tanjungpinang terbagi menjadi 4 kecamatan dan 18 kelurahan.
      Kecamatan-kecamatan di Kota Tanjungpinang adalah:

    Tanjungpinang Barat
    Tanjungpinang Kota
    Bukit Bestari
    Tanjungpinang Timur

Geografi
    Sebagian wilayah Tanjungpinang merupakan dataran rendah, kawasan rawa bakau, dan sebagian lain merupakan perbukitan sehingga lahan kota sangat bervariasi dan berkontur.

Iklim
Kota Tanjungpinang maupun Pulau Bintan keseluruhan beriklim tropis dengan temperatur 23 °C – 34 °C. Tekanan udaranya berkisar antara 1.010,2 mbs dan 1.013,7 mbs.


Musim



Secara resmi memiliki musim kemarau dan musim penghujan. Tidak ada perbedaan musim yang mencolok di daerah ini. Hujan dapat turun sepanjang tahun. Namun setiap akhir sampai dengan awal tahun terjadi "Angin Utara" yang sangat berbahaya dengan gelombang yang sangat kuat.



Kependudukan



Suku Melayu merupakan penduduk asli dan kelompok suku bangsa yang dominan di Tanjungpinang, selain itu terdapat juga suku Bugis dan Tionghoa yang sudah ratusan tahun berbaur dengan suku Melayu dan menjadi penduduk tetap semenjak zaman Kesultanan Johor Riau dan Residentie Riouw. Suku Bugis awalnya menetap di Kampung Bugis dan suku Tionghoa banyak menempati Jalan Merdeka dan Pagar Batu. Suku Jawa mulai ramai mendatangi Tanjung Pinang pada tahun 1960, pemukiman awal suku Jawa terletak di Kampung Jawa.
Bahasa yang digunakan di Tanjung Pinang adalah bahasa Melayu klasik. Bahasa Melayu di kota ini hampir sama dengan bahasa Melayu yang digunakan di Singapura, karena memang sejak zaman pemerintahan kesultanan Riau Lingga dahulu Tanjungpinang sudah menjadi pusat budaya Melayu bersama Singapura. Selain itu bahasa Tiochiu dan Hokkien juga banyak digunakan oleh suku Tionghoa di Kota Tanjungpinang.



Transportasi


Kota Tanjungpinang terdapat pelabuhan domestik dan internasional yaitu Pelabuhan Sri Bintan Pura, terminal yaitu Terminal Sei Carang serta bandara internasional, Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah.



Perekonomian


Pada tahun 2001, sektor perdagangan, hotel, dan restoran memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam membangun perekonomian kota Tanjungpinang yaitu sebesar 35,54% kemudian diikuti oleh sektor industri pengolahan 15,37%, sektor bangunan 13,29%, sektor jasa-jasa 12,51%, dan sektor pengangkutan dan komunikasi 10,82%. Sedangkan sektor lainnya meliputi sektor listrik, gas, dan air bersih, keuangan, pertanian, dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar 12,47%.[2]



Pariwisata



Pulau Penyengat merupakan salah satu kawasan wisata di Kota Tanjungpinang. Pulau seluas 3,5 km² ini berada di sebelah barat kota Tanjungpinang dan dapat ditempuh 15 menit dengan transportasi laut. Pada pulau ini terdapat banyak peninggalan lama dengan wujud bangunan dan makam yang telah dijadikan situs cagar budaya. Selain itu juga dijumpai kelenteng atau vihara di kawasan Kampung Bugis dan Senggarang yang sekaligus menjadi kawasan wisata religi. Wisata lainnya juga dapat ditemukan di Pantai Impian, Tugu Pensil, Tepi Laut, Mall Ramayana Tanjung Pinang, Bestari Mall, Bintan Indah Mall, dan sebagainya.
Pariwisata di kota Tanjungpinang ditunjang oleh adanya 13 hotel bintang, 43 hotel non bintang, 34 rumah makan dan pusat-pusat belanja yang terdiri dari 13 supermarket serta pertokoan yang tersebar di wilayah kota. Sementara jumlah kunjungan wisatawan didominasi dari negara Singapura, Malaysia dan Belanda. Kota ini juga menawarkan sajian kuliner aneka hidangan laut, dan masakan Cina.[3]




8 Tempat Wisata Di Tanjungpinang Yang Mempesona

Kota Tanjungpinang adalah ibukota dari provinsi Kepulauan Riau. Lokasi kota Tanjungpinang terletak di Pulau Bintan. Wilayah Tanjungpinang sebagian merupakan dataran rendah, rawa bakau, dan juga sebagiannya adalah perbukitan. Iklim di Kota ini adalah beriklim tropis dengan suhu udara 23º C – 34º C. Tempat wisata di Tanjungpinang cukup beragam dan sangat sayang kalau dilewatkan.
  1. Pulau Penyengat
Pulau Penyengat adalah salah satu objek wisata berupa pulau kecil di Tanjungpinang. Dari Kota Tanjungpinang, pulau ini berjarak 2 km dan dapat ditempuh dengan menggunakan perahu motor. Di pulau Penyengat dapat dijumpai berbagai macam peninggalan bersejarah seperti makam-makam para raja, Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, benteng pertahanan di Bukit Kursi, dan juga terdapat komplek Istana Kantor.
  1. Pantai Impian
Pantai Impian terletak di Kecamatan Tanjung pinang Barat. Pantai ini mempunyai pemandangan alam yang menghadap ke pusat Provinsi dari Kepulauan Riau. Banyak para wisatawan yang berkunjung untuk bersantai di pantai maupun wisata kuliner. Di Pantai Impian ini dapat dijumpai resor yang bernama Bintan Beach Resort Hotel dan juga sebuah rumah makan yang terkenal Bandar Pinang Seafood Resto.
  1. Tugu Pensil
Tugu Pensil merupakan sebuah tugu yang dijadikan sebagai symbol pemberantasan buta huruf dan penghargaan bagi Kepulauan Riau, yang membebaskan daerahnya dari buta huruf melalui program Pemberantasan Buta Huruf (PBH) pada tahun 1960. Di sekitar tugu pensil juga terdapat taman kota yang sering dikunjungi masyarakat untuk sekedar bersantai, bermain, dan berolahraga.
  1. Vihara Avalokitesvara Graha
Vihara Avalokitesvara Graha merupakan vihara Buddha yang terbesar se-Asia Tenggara yang tepatnya berada di kota Tanjungpinang. Vihara ini dijadikan sebagai tempat memperdalam ilmu agama, belajar untuk menjadi bhiksu, dan juga berguru oleh warga dari daerah lokal maupun dari luar negeri seperti Singapura, Malaysia, dan juga Tiongkok. Selain sebagai tempat ibadah, tempat ini menjadi objek wisata bagi warga asing dari Malaysia, Singapura, maupun Thailand. Di vihara ini juga dapat dijumpai patung Dewi Kuan Yin Phu Sha yang dinobatkan oleh Museum Rekor Indonesia sebagai patung Dewi Kuan Yin terbesar di dalam ruangan.
  1. Areca Waterpark
Areca Waterpark merupakan salah satu waterpark di Tanjungpinang yang sangat terkenal. Banyak wahana yang disajikan di Areca Waterpark ini seperti kolam bermain anak-anak, kolam ombak, kolam arus melingkar seperti sungai, dan juga wahana lainnya. Areca Waterpark adalah salah satu tempat wisata keluarga yang nyaman dan asik untuk sekedar ingin bermain air tanpa perlu pergi ke pantai.
  1. Mall Ramayana Tanjung Pinang
Mall Ramayana Tanjung Pinang adalah pusat perbelanjaan terbesar di Kota Tanjungpinang. Banyak dijumpai berbagai macam barang kebutuhan seperti pakaian, barang-barang kebutuhan sehari-hari, dan juga peralatan sekolah. Mall Ramayana ini selain sebagai tempat perbelanjaan, pengunjung juga dapat sekedar jalan-jalan atau wisata kuliner karena di Mall ini terdapat juga Pujasera yang menyajikan berbagai macam tempat makan.
  1. Masjid Raya Sultan Riau
Masjid Raya Sultan Riau adalah sebuah masjid tua dan bersejarah di Indonesia. Masjid ini berada di dalam pulau Penyengat Kota Tanjungpinang. Tempat wisata di Tanjungpinang ini memiliki keunikan sendiri yaitu salah satu bahan bangunannya adalah dengan menggunakan putih telur. Masjid Raya Sultan Riau ini menjadi situs cagar budaya pemerintah Indonesia.
  1. Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah
Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah adalah salah satu upaya Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk memberikan ruang luas kepada seluruh masyarakat, untuk mengetahui dan mempelajari benda koleksi warisan budaya kota Tanjungpinang.

    9. Pantai Trikora
pantai yang satu ini merupakan salah satu objek wisata bahari. dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. pesona pantai trikora yang amat menarik adalah pemandangan dengan latar air laut yang bening bagaikan kaca. disana anda bisa melihat berbagai jenis binatang laut seperti berbagai jenis ikan yag cantik dan terumbu karang yang indah. tempat wisata yang satu ini banyak dikunjungi oleh wisatawan dari luar kota untuk mendapatkan ketenangan dan juga udara yang segar.

   10. istana raja ali
tempat wisata selanjutnya yang bisa anda kunjungi adalah istana raja ali. istana ini berada di bagian tengah pulau penyengat sekitar 150 meter sebelah barat daya dari masjid raya sultan. seluruh areal bangunan dibatasi dengan tembok keliling yang mempunyai tiga buah pintu masuk. disana anda bisa melakukan berbagai hal seperti melihat pemandangan yang indah dengan arsitektur bangunan yang keren dan kolam pemandian.

11. gedung tabib
bangunan ini merupakan bangunan baya yang terdiri dari dua lantai. sekarang bangunan gedung tabib sudah hancur menyisakan puing-puing dinding dengan rangka pintu, jendela, dan diatasnya ditumbuhi pohon beringin. sangat pas dikunjungi untuk anda yang suka dengan berbagai macam sejarah yang ada di indonesia.

12. pergi putri
perigi putri merupakan tempat pemandian bagi kaum wanita pada masa kerajaan melayu riau. bangunan ini merupakan bangunan sumur tua yang dilindungi oleh bangunan berbentuk segi empat dengan kubah pada bagian atapnya. disana anda bisa melihat tempat dimana dulu digunakan untuk mandi dan mencuci pakaian para putri.

13. Wisata Mangrove Sei Carang (WMSC) terletak di daerah Senggarang, Tanjung Pinang. Lokasinya tepat di tepi Sei(sungai) Carang, tak jauh dari Jembatan Gugus atau lebih dikenal dengan nama ‘jembatan rumah sakit’.
makanan khas tanjung pinang
1. Otak-otak
Dibuat dari daging ikan yang dihaluskan dan diberi bumbu-bumbu. Tak hanya dibuat dari tenggiri yang berwarna putih, di sini otak-otak juga dibuat dari sotong. Makanan ini juga banyak dijajakan di sekitar pelabuhan atau pasar.
2. Ikan Asam Pedas
Dengan aroma yang khas, kuah kental yang berwarna merah dari makanan ini amat menggugah selera. Rasa pedasnya datang dari perpaduan antara lada putih, cabai, serta jahe yang menjadi satu saat menyentuh lidah.
3. Sup Ikan
Sup ikan yang terkenal di kota ini adalah sup ikan yang terbuat dari daging tenggiri. Selain memiliki kandungan putih telur di dalamnya, campuran lainnya adalah belimbing serta tomat hijau yang membuat rasa sup ini semakin segar.
4. Nasi Lemak
Nasi lemak adalah makanan khas melayu yang disajikan bersamaan dengan ikan bilis, kacang, telur rebus serta sambal dan irisan mentimun. Salah satu nasi lemak yang terkenal di Tanjungpinang berada di kawasan Kawal.
5. Mi Lendir
Nama masakan yang satu ini bisa jadi membuat pengunjung merasa jijik, atau penasaran. Mi rebus ini disajikan bersamaan dengan saus kacang, serupa tapi tak sama rasanya dibandingkan dengan bumbu sate. Menu yang satu ini biasanya disajikan pada pagi hari.
6. Gonggong
Inilah satwa laut sejenis siput yang merupakan makanan kebanggaan masyarakat Kepri, dan diklaim hanya hidup di perairan sekitar daerah ini. Menggunakan tusuk gigi sebagai pencungkil, gonggong disajikan dengan bumbu bercabai atau bumbu kacang.
7. Roti Prata
Di berbagai restoran di Tanjungpinang, tersedia roti prata nana gurih berikut kuah karinya. Terdapat dua jenis prata di kota ini: prata kosong dan prata isi. Prata biasanya diisi oleh daging sapi atau ayam, dimakan dengan kuah kari atau kecap dan cuka.
8. Bak Kut Teh
Bak kut teh memilik arti daging tulang teh. Bak kut sendiri adalah iga babi, sedangkan kata teh berasal dari kuah yang berwarna cokelat seperti teh. Kuah ini merupakan kaldu babi, dengan rasa rempah-rempah seperti bawang putih serta lada yang kuat.
9. Teh Obeng
Teh obeng sebenarnya merupakan teh manis dengan es biasa. Dari mana nama ini berasal? Menurut The Beauty of Nature: An Essential Guide to Explore Kepri, dahulu nama ini berasal dari Teh Apeng (Peng berarti es). Namun akhirnya lidah lokal mengganti kata peng dengan beng.
10. Teh Tarik
Teh tarik adalah teh yang dicampur dengan susu manis. Busa yang menghias bagian atas teh dihasilkan dengan cara menuangkan ramuan ini dari satu gelas ke gelas lainnya. Teh tarik biasanya dinikmati bersama nasi lemak atau roti prata.
11. Mie Miskin

Cara menyajikan dan membuat mie miskin sangat mudah. Karena bahan-bahannya mudah didapatkan dan tersedia di pasaran. Seperti telur, lobak asin, bawang putih, mie kuning, kecap asin, micin, cabe, toge, dan kecap manis.
12. Kopi O Taman Sari



Yang paling ramai diminati, adalah kedai kopi Taman Sari, Jalan Bintan, Rawasari atau di Batu 10. Bagi sebagian orang, kedai kopi malah bisa menjadi meja perundingan. “Kerja yang sulit diselesaikan di meja perundingan, bisa selesai dengan cepat di kedai kopi,” ujar seorang pejabat lainnya.


kue batang buruk 
           ini adalah kue dari kerajaan melayu, lebih kurang 450 tahun yang lalu, kue batang buruk iini adalah kue dendam percintaan.
            sejarahnya dahulu kala ada seorang putri dari kerajaan melayu bintan yang suka dengan seorang laksamana, namun apa daya cinta tak terbalas, untuk membalaskan sakit harinya maka putri tersebut membuat kue yang akan dihidangkan kepada laksamana di depan raja.
          jika laksamana tersebut memakan kue tersebut maka kue tersebut akan hancur atau remuk dan pecahan nya akan tersebar ke sekujur baju sang laksamana.
          di dalam adat melayu, jika ketika makan, makanan terserak serak ke seluruh baju makan akan dianggap tidak sopan. makan yang awalnya hanya bisa dinikmati hanya oleh keluarga kerajaan saja.
          pada saat sekarang kue batang buruk ini dapat dinikmati siapa saja. kue batang buruk ini memiliki rasa keju, rasa original, dan rasa rasa kacang hijau. harganya dibawah 50 ribu. 

Minuman :


  • Coffee Bintan
  • Es air mata bunda (Air timun)
  • Es Apollo
  • Es gunung Gembira
  • Es jagung Hawaii
  • Es laksamana mengamuk
  • Es sari rumput laut
  • Kopi Hawaii
  • Kopi Kapal Tanker
  • Kopi kelapa
  • Kopi o
  • Kopi rosella
  • Kopi tarik
  • Madu hutan Anambas
  • Sirup bakau (Sirup mangrove)
  • Sirup limau
  • Sirup rosella
  • Susu Prendjak
  • Teh o
  • Teh obeng (Teh openg)
  • Teh tarik
  • Teh Prendjak
  • Teh rosella

    Makanan ringan


  • Bilis gulung
  • Bunga gelam (Hanya dimasak untuk para pekerja persiapan perkawinan/acara besar)
  • Cake buah naga
  • Cake ketela ungu
  • Coklat rocklate
  • Dodol bakau
  • Dodol buah naga
  • Dodol cengkaruk
  • Dodol pulut hitam
  • Dodol rumput laut
  • Epok-epok (Temosa atau karipap)
  • Hekeng (Gorengan ikan hiu)
  • Kacang telur oven
  • Kek pisang Villa
  • Keripik buah naga
  • Keripik keladi
  • Keripik keledek putih
  • Keripik keledek ungu
  • Keripik kulit lele
  • Keripik pisang manis
  • Keripik rosella
  • Keripik rumput laut
  • Keripik sagu bakar
  • Keripik sagu lenggang
  • Keripik sukun
  • Keripik usus ayam
  • Kerupuk atom
  • Kerupuk buah naga
  • Kerupuk cincin
  • Kerupuk epok epok
  • Kerupuk gonggong
  • Kerupuk ikan tamban
  • Kerupuk otak otak
  • Kerupuk pangsit abon
  • Kerupuk sotong
  • Kerupuk udang
  • Kue akar kelapa
  • Kue akar pinang
  • Kue bangket durian
  • Kue bangkit Melayu
  • Kue bangkit sagu
  • Kue batang buruk
  • Kue bilis gulung
  • Kue bingke
  • Kue bingke berendam
  • Kue bolu
  • Kue bolu bakar
  • Kue bolu kemojo
  • Kue buah Melaka
  • Kue ceplus
  • Kue dram dram
  • Kue dua sebilik
  • Kue jagung (Jagung kotak)
  • Kue kembang goyang
  • Kue lapis
  • Kue lupis
  • Kue Malaysia (Kue kerang)
  • Kue pulut berinti
  • Kue satu
  • Kue semprit
  • Kue semprong (Kue rokok)
  • Kue talam
  • Kue telur gabus
  • Kue tepung gomak
  • Kue tepung kusoi
  • Lempar
  • Lemper
  • Lempok durian
  • Luti gendang
  • Manisan rosella
  • Manisan rumput laut
  • Molen ikan bilis
  • Onde onde ubi kayu
  • Otak otak
  • Peyek daun sirih
  • Putu mayang
  • Putu piring
  • Rengginang udang
  • Roti bakar Tanjung Pinang
  • Roti goreng
  • Roti isi
  • Roti lauk (Roti rendang)
  • Roti naik
  • Selai rosella
  • Singkong balok
  • Sirih
  • Teri ikan bilis
  • Teri ikan bilis hijau
  • Telur pulut                                                                                                                      
  • Tarian Khas Kepulauan Riau

    1. Tari Melemang
    Tari melemang diperkirakan sudah ada sejak abad 12 dan awalnya dikenal sebagai tarian istana Kerajaan Bentan. Tarian yang memadukan unsur tari, musik, dan menyanyi ini mengisahkan tentang kehidupan kerajaan dan dipentaskan oleh 14 orang yang masing-masing memainkan peran. Kata melemang sendiri berarti berdiri sambil membongkokkan badan ke belakang dan hal ini memang tampak pada kecakapan serta kegesitan para penari dalam mengambil sesuatu, misalnya uang receh atau sapu tangan. Kini, tari Melemang sudah menjadi pertunjukan hiburan rakyat dengan durasi sekitar satu jam.

    2. Tari Makyong
    Tarian ini adalah jenis dramatari yang sangat dipengaruhi oleh budaya Melayu. Makyong diperkirakan telah ada di Riau hampir seabad yang lalu dan sering kali dipentaskan di pematang sawah selepas memanen padi. Tarian tersebut dipentaskan oleh penari-penari topeng dan diiringi alat musik seperti rebab, gendang, dan tetawak.

    3. Tari Zapin
    Tari zapin telah lama berkembang di banyak daerah di Indonesia dan salah satunya di Kepulauan Riau. Tari ini banyak dipengaruhi oleh budaya Arab dan sarat kandungan agama dan  tata nilai.  Tarian ini mempertontonkan gerakan kaki cepat mengikuti pukulan gendang (marwas). Zapin awalnya hanya dilakukan penari lelaki namun kini penari perempuan juga ditampilkan.

    4. Tari Joged Lambak
    Tari Joged Lambak adalah tarian yang kental dengan budaya Melayu. Gerak tariannya cenderung lemah gemulai sementara lagu-lagu yang ditarikan adalah lagu atau irama joget seperti Serampang Laut, Tanjung Katung, dan Anak Kala. Alat musik yang digunakan antara lain gendang, gong atau tetawak.

    5. Tari Tandak
    Tari tandak dikenal sebagai tari pergaulan yang digemari masyarakat setempat dan menjadi media silaturahmi tempat bertemunya antara pemuda dan pemudi antar kampung. Tarian ini adalah gabungan antara seni tari dan sastra dan dipentaskan oleh laki-laki dan perempuan pada malam hari.


    3 komentar:

    Zack Tabudlo - Give Me Your Forever Lyrics

      Do you remember When we were young you were always with your friends Wanted to grab your hand and run away from them I knew that it was ti...