Selasa, 10 Januari 2017

BAB I Konsep Dasar dalam Sistem Sosial Budaya



SISTEM SOSIAL BUDAYA

BAB I
Konsep Dasar dalam Sistem Sosial Budaya


Sistem sosial budaya merupakan konsep untuk menelaah asumsi-asumsi dasar dalam kehidupan masyarakat. Pemberian makna konsep sistem sosial budaya dianggap penting karena tidak hanya untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan sistem sosial budaya itu sendiri tetapi memberikan eksplanasi deskripsinhya melalui kenyataan di dalam kehidupan masyarakat.

·         Pengertian Konsep
Konsep merupakan ide, gagasan, atau pemikiran-pemikiran yang mentadi dasar ( pembawa arti ).
Pada dasarnya konsep masih berwujud abstrak atu hanya angan-angan saja.
·         Sistem Sosial Budaya
o   Sistem merupakan pola-pola keteraturan; kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang saling berhubungan
o   Budaya sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri

Komponen Utama dalam Kebudayaan


1.      Kebudayaan Material
Mengacu pada semua ciptaan manusia yang konkret
2.    Kebudayaan Nonmaterial
Ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi

Jadi, konsep dalam sistem sosial budaya dapat dideskripsikan sebagai suatu pemikiran dan ide yang berisikan mengenai komponen-komponen pembentuk kebudayaan suatu masyarakat.

Pengertian Sistem Sosial Budaya
         Pengertian sistem
Menurut Tatang M. Amirin
“Sistem berasal dari bahasa Yunani yang berarti :
1.                  Suatu hubungan yang tersusun atas    sebagian bagian
2.                  Hubungan yang berlangsung diantara satuan-satuan atau komponen- komponen secara teratur

         Sosial berarti segala sesuatu yang beralian dengan sistem hidup bersama atau hidup bermasyaakat dari orang atau sekelompok orang yang didalamnya sudah tercakup struktur, organisasi, nila-nilai sosial, dan aspirasi hidup serta cara mencapainya.

         Budaya berarti cara atau sikap hidup manusia dalam hubungannya secara timbal balik dengan alam dan lingkungan hidupnya yang didalamnya tercakup pula segala hasil dari cipta, rasa, karsa, dan karya, baik yang fisik materiil maupun yang psikologis, idiil, dan spiritual.

Kehidupan Masyarakat Sebagai Sistem Sosial dan Budaya
         Kehidupan masyarakat dipandang sebagai suatu sistem atau sistem sosial, yaitu suatu keseluruhan bagian atau unsur-unsur yang saling berhubungan dalam suatu kesatuan.



         Alvin L. Bertrand, suatu sistem sosial terdapat  :
a.                   Dua orang atau lebih
b.                  Terjadi interaksi antara mereka
c.                   Bertujuan
d.                  Memiliki struktur, harapan-harapan   bersama yang didomaninya.

Dalam sistem sosial pada umumnya terdapat proses yang saling mempengaruhi. Hal ini disebabkan karena adanya saling keterkaitan antara satu unsur dengan unsur lainnya.

         Margono Slamet, sistem sosial dipengaruhi oleh ekologi; demografi; kebudayaan; kepribadian; waktu, sejarah, dan latar belakang.
         Ciri utama sstem sosial            menerima unsur-unsur dari luar (terbuka). Namun juga menimbulkan terjalinnya ikatan antarunsur-unsur dengan unsur lainnya (internal) dan saling pertukaran antara sistem sosial itu sendiri dengan lingkungannya (eksternal).

         Proses-proses dalam sistem sosial :
a.                   Komunikasi
b.                  Memelihara tapal batas
c.                   Penjalinan sistem
d.                  Sosialisasi
e.                   Pengawasan sosial
f.                   Pelembagaan
g.                  Perubahan sosial


Kehidupan Masyarakat Sebagai Sistem Budaya
o        Mempelajari ttg sistem bertindak → perilaku
o          Unsur perilaku → “gerak sosial”
4 syarat : - utk mencapai tujuan tertentu
-  tjd pd situasi tertentu
-  diatur kaidah tertentu
-  didorong motivasi tertentu


o        Hakikat beberapa subsistem tsb sbg pengaturan/cybernetic order → tiap subsistem yg berada diatasnya mjd pengatur utk subsistem dibawahnya.
o        Menurut Parsons, ke 4 subsistem bertindak sbg kebutuhan fungsional yg disebut sbg imperative functional LIGA.

Gerak Sistem Sosial

Subsistem budaya                  : Latent patern maintenance
Subsistem sosial                     : Integration Subsistem kepribadian  : Goal attaintment Subsistem organisasi perilaku : Adaptation

         Latent Patern Maintenence (L) atau fungsi mempertahankan pola. Subsistem budaya memberi jawaban terhadap masalah dari faktor-faktor falsafah hidup.
         Integration (I) atau fungsi integrasi mencakup faktor-faktor penting dalam mencapai keadaan serasi antar sistem.
           Goal atteinment (G) atau fungsi mencapai tujuan. Faktor penentu :
a.  Pengembangan sistem untuk menjunjung nilai dan kaidah.
b.  Pengorganisasian untuk mencapai tujuan bersama.
         Adaptation (A) atau fungsi adaptasi. Mencakup pengarahan dan penyesuaian kebutuhan pokok manusia dengan keadaan sekitar.

         Unsur pokok subsistem sosial budaya :
a.                   Kepercayaan
b.                  Perasaan dan pikiran
c.                   Tujuan
d.                  Kaidah
e.                   Kedudukan dan peranan
f.                   Pengawasan
g.                  Sanksi
h.                  Fasilitas
i.                    Kelestarian dan kelangsungan hidup
j.                    Keserasian kualitas kehidupan dengan lingkungan


         Unsur-unsur pokok dapat dijumpai pada keluarga batih. Ciri-ciri :
a. Adanya kepercayaan terbentuknya keluarga batik dari kodrat alamiah b.Perwujudan perasaan dan pikiran anggota keluarga batih berupa menghargai,
bersaing.

c.Tujuan keluarga batih agar manusia             dapat bersosialisasi, mendapat jaminan        ketentraman hidup.
d.                  Memiliki norma yang mengatur hubungan suami dengan istri, orang tua dengan anak-   anak mereka.
e.Memiliki kedudukan dan peranan   masing-            masing f.Memiliki pengawasan tertentu dari  orang tua dan masyarakat
g.  Adanya penerapan sanksi
h.  Adanya sarana pengawasan dan sosialisasi
i.   Adanya konsep kelestarian sebagai stabilitas kehidupan manusia, kelangsungan hidup sebagai pencerminan dinamika
j.                    Adanya kuantitas sebagai pencerminan nilai benda, kualitas pencerminan nilai sikap

Kebudayaan dan Masyarakat
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
-          Menurut Edward Burnett Tylor,         kebudayaan merupakan keseluruhan yang    kompleks, yang di dalamnya terkandung       pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan      kemampuan- kemampuan lain yang didapat               seseorang sebagai anggota masyarakat.

-          Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman      Soemardi, kebudayaan adalah sarana           hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Dapat disimpulkan kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:

        sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
        organisasi ekonomi
        alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
        organisasi kekuatan (politik)


    Wujud
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga :
A. Gagasan ( Wujud Ideal )
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh.
B . Aktifitas ( Tindakan )
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial.

C . Artefak ( Karya )
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda- benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan.

Komponen
-Kebudayaan material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret.

- Kebudayaan nonmaterial
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan- ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa

dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Zack Tabudlo - Give Me Your Forever Lyrics

  Do you remember When we were young you were always with your friends Wanted to grab your hand and run away from them I knew that it was ti...