Selasa, 10 Januari 2017

BAB III PENGERTIAN INTEGRASI NASIONAL



BAB III PENGERTIAN INTEGRASI NASIONAL

® Menurut KBBI, Istilah integrasi nasional berasal dari dua kata yaitu integrasi dan nasional.
·            Istilah integrasi mempunyai arti pembauran/penyatuan sehingga menjadi kesatuan yang utuh / bulat.
·            Istilah nasional mempunyai pengertian kebangsaan, bersifat bangsa sendiri, meliputi suatu bangsa seperti cita-cita nasional, tarian nasional, perusahaan nasional hal-hal yang menyangkut bangsa dapat berupa adat istiadat, suku, warna kulit, keturunan, agama, budaya, wilayah/daerah dan sebagainya.
Sehubungan dengan penjelasan kedua istilah di atas maka integritas nasional mempunyai pengertian:
·      suatu proses penyatuan atau pembauran berbagai aspek sosial budaya ke dalam kesatuan wilayah dan pembentukan identitas nasional atau bangsa yang harus dapat menjamin terwujudnya keselarasan, keserasian dan kesimbangan dalam mencapai tujuan bersama sebagai suatu bangsa.
® Menurut Menurut Claude Ake, integrasi nasional pada dasarnya mencakup dua masalah pokok Yaitu :
·      Bagaimana membuat rakyat tunduk dan patuh kepada tuntutan-tuntutan negara, yang mencakup perkara pengakuan rakyat terhadap hak-hak yang dimiliki negara.
·      Bagaimana meningkatkan konsensus normatif yang mengatur prilaku politik setiap anggota masyarakat, consensus ini tumbuh dan berkembang diatas nilai-nilai dasar yang dimiliki bangsa secara keseluruhan.
STRUKTUR MASYARAKAT
Struktur masyarakat yang bersifat majemuk memang menemui persoalan integrasi. Masyarakat pada dasarnya merupakan suatu kesatuan sehingga Integrasi umumnya menjadi permasalahan yang lebih utama dibandingkan dengan masalah pembangunan ekonomi.

Yang menjadi permasalahan sekarang adalah bagaimana membuat unsur-unsur yang ada menjadi suatu sistem yaitu adanya jalinan kesatuan antara satu unsur dengan unsur yang lain, atau bagaimana dapat membuat terintegrasi secara nasional.
Menurut pemaparan Van Den Berghe tersebut, ia menyatakan bahwa masyarakat majemuk tidak dapat digolongkan ke dalam salah satu dari dua jenis masyarakat menurut model analisis Emile Durkheim, yaitu sebagai berikut:
1. Suatu masyarakat majemuk tidak disamakan dengan masyarakat yang memiliki unit-unit kekerabatan yang bersifat segmenter, yaitu suatu masyarakat yang terbagi ke dalam berbagai kelompok yang biasanya merupakan kelompok-kelompok berdasarkan garis keturunan tunggal, tetapi memiliki struktur kelembagaan yang bersifat homogeneous.
2. Suatu masyarakat majemuk merupakan suatu masyarakat dengan tingkat diferensial yang tinggi dengan banyak lembaga-lembaga kemasyarakatan, tetapi bersifat komplementer dan salingt bergantung satu sama lain
Dengan demikian, ketika menggunakan terminologi dari Emile  Durkheim, menyatakan bahwa solidaritas mekanik yang diikat oleh kenyataan

maupun solidaritas organis yang diikat oleh saling ketergantungan diantara bagian- bagian dari suatu sistem sosial tidak mudah ditumbuhkan di dalam masyarakat yang bersifat majemuk.

LANDASAN INTEGRASI NASIONAL
Menurut kaum fungsionalisme suatu sistem sosial senantiasa terintegrasi diatas landasan 2 hal, hal ini juga mendasari terjadinya suatu integrasi nasional di dalam masyarakat majemuk, yaitu:
·         Suatu Masyarakat senantiasa terintegrasi di atas tumbuhnya konsensus diantara sebagian besar anggota masyarakat akan nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat fundamental.
·         Suatu masyarakat senantiasa terintegrasi karena berbagai anggota masyarakat sekaligus juga anggota dari berbagai kesatuan sosial.

Sedangkan menurut Penganut konflik, mereka berpendapat bahwa masyarakat terintegtrasi atas paksaan dan karena adanya saling ketergantungan di antara berbagai kelompok. Melihat begitu banyaknya konflik yang terjadi akibat perbedaan Suku, Agama, dan Ras. Mengikuti pandangan para penganut fungsionalisme struktural mereka berpendapat bahwa faktor yang mengintegrasikan masyarakat adalah berupa kesepakatan warga masyarakat akan nilai-nilai umum tertentu. Menurut Parsons, kelangsungan hidup masyarakat tidak saja menuntut tumbuhnya nilai-nilai umum tertentu yang disepakati bersama oleh sebagian besar orang-orang Indonesia , tetapi juga soialisasi dari nilai-nilai umum itu sendiri

Proses Integrasi berjalan melalui beberapa fase, antara lain :
1.      Fase Akomodasi
Proses meredakan pertentangan/konflik dengan adanya usaha penyesuaian anggota masyarakat guna mencapai kestabilan.
2.      Fase Kerja Sama
Fase kedua setelah terjadinya akomodasi adalah fase kerja sama dimana kerja sama merupakan suatu bentuk interaksi social yang pokok dan menjadi proses utama suatu integrasi.
Dalam bukunya yang berjudul “Sosiologi Suatu Pengantar” Soerjono  Soekanto menjelaskan ada 5 bentuk kerja sama, yaitu :
a)      Kerukunan yang mencakup gotong royong dan tolong menolong
b)      Bergaining (pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang atau jasa antara 2 organisasi atau lebih
c)      Kooptasi (proses penerimaan unsure-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya keguncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan
d)     Koalisi (Kombinasi antara 2 organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama)
e)      Joint Venture (kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu atau usaha patungan)
3.      Fase Koordinasi
Merupakan tahap ke-3 ini diperlukan untuk menyempurnakan bentuk kerja sama yang telah terjalin

4.      Fase Asimilasi
Proses yang ditandai adanya usaha mengurangi perbedaan yang terdapat diantara beberapa orang atau kelompok serta usaha menyamakan sikap, mental, dan tindakan demi tercapai tujuan bersama.
Suatu asimilasi akan mudah terjadi apabila didorong oleh beberapa factor sebagai berikut :
·         Adanya    toleransi    diantara    kebudayaan    yang    berbeda    dengan kebudayaan sendiri melalui proses akomodasi
·         Adanya kesempatan yang sama dalam bidang tertentu. Contoh : Ekonomi (pemenuhan kebutuhan barang dan jasa) pada tiap-tiap individu dan kelompok
·         Adanya sikap saling mengahrgai terhadap kebudayaan yang dimilki oleh masyarakat lain
·         Adanya sikap terbuka dari golongan yang berkuasa di masyarakat
·         Adanya pengetahuan tentang persamaan unsure kebudayaan yang berlainan sehingga mendekatkan masyarakat pendukung kebudayaan yang satu dengan yang lainnnya.




HAMBATAN INTEGRASI NASIONAL
Proses integrasi nasional pada masyarakat Indonesia yang bersifat majemuk memiliki permasalahan yang cukup berat. Ada banyak hal yang nampak menghambat proses pengintegrasian masyarakat Indonesia, antara lain seperti yang dijelaskan oleh Alfian secara rinci, yaitu:
·         Soal pertentangan ideologi
·         Soal multipartai
·         Soal perbedaan suku dan aliran
·         Soal kesenjangan sosial ekonomi
·         Soal hubungan pusat dan daerah
·         Soal minoritas dan mayoritas
·         Soal pribumi dan non pribumi
·         Soal pertikaian politik

·         Soal hubungan kaum elite dan rakyat jelata, dll
R.         William Liddle melihat permasalahan yang mnghambat integrasi nasional di dalam suatu masyarakat majemuk mencakup dalam dua dimensi, yaitu:
1.      Dimensi Horizontal
Yaitu berupa masalah oleh karena adanya perbedaan suku, ras, agama, dll. Dimensi ini sering disebut juga sebagai masalah yang disebabkan oleh pengaruh ikatan-ikatan primordial yang ada dan hidup dalam suatu masyarakat yang bisa membahayakan kelangsungan proses integrasi nasional apabila perasaan loyalitas masyarakat lebih tinggi terhadap kelompoknya dibandingkan loyalitasnya kepada kesatuan bangsa.

2.      Dimensi Vertikal
Yaitu berupa masalah yang muncul karena ada dan berkembangnya suatu jurang pemisah antara golongan elite nasional yang jumlahnya sangat kecil dengan rakyat biasa yang jumlahnya jauh lebih banyak.

KONSEP SOLUSI INTEGRASI NASIONAL
Meskipun memiliki berbagai hambatan dan masalah dalam proses integrasi nasional, R.William Liddle menampilkan suatu konsep untuk mengatasi hal tersebut. Integrasi yang tangguh dan bisa berkembang adalah integrasi yang sebagai berikut, yaitu:
1.      Sebagian besar anggota masyarakat sepakat dengan batas-batas teritorial dari negara sebagai suatu kehidupan politik di negara tempat mereka tinggal. Hal ini merupakan kesadaran dari sejumlah orang bahwa mereka hidup bersama-sama sebagai warga dari suatu negara, suatu kesadaran nasional yang membedakan apakah seseorang termasuk sebagai warga suatu negara atau bukan.
2.      Apabila sebagian besar warga masyarakat bersepakat mengenai struktur dan peraturan yang ada dalam masyarakat dari pada proses politik yang berlaku bagi seluruh masyarakat di kelurahan tersebut.







Hal ini merupakan kesepakatan nasional mengenai bagaimana mewujudkan kehidupan bersama sebagai bangsa

Menurut Howard Wriggins, suatu integrasi nasional yang tangguh dapat berkembang dengan mengajukan 5 cara, kelima cara itu adalah sebagai berikut:
1.      Penciptaan musuh dari luar
Ancaman dari pihak luar merupakan cara yang paling ampuh untuk menyatukan kekuatan mmasyarakat didalam suatu negara. Hal ini mampu mendorong terbentuknya suatu integrasi nasional. Adanya tantangan ini dapat menumbuhkan rasa persahabatan dan kebersamaan untuk sama-sama menghadapi dan melawan pihak yang dianggap sebagai musuh.
2.      Gaya politik para pemimpin
Gaya atau perilaku politik para pemimpin dapat membantu menciptakan atau bahkan menghancurkan integrasi nasional. Ada pemimpin yang berusaha menangani keanekaragaman dengan berperilaku menghormati tradisi lama dan mengkombinasikannya dengan pandangan masa depan. Tetapi ada juga gaya pemimpin yang mempertajam kekhawatiran dari kelompok-kelompok minoritas sehingga menimbulkan situasi yang tidak menunjang terwujudnya integrasi nasional.
3.      Ciri lembaga politik
Birokrasi memgang peranan penentu dakam usaha mencapai integrasi nasional. Birokrasi nasional selalu berusaha untuk sejauh mungkinmeluaskan jaringan praktik dan administrasi yang seragam. Birokrasi nasional juga membuka kesempatan kerja bagi orang-orang muda diseluruh nusantara. Kenaikan pangkat dilakukan menurut jasanya, jadi bukan karena asal daerah, agama, atau kriteria pewarisan lainnya. Dengan demikian, mereka memandang bahwa tugasnya itu terpisah dari tradisi sehingga merupakan penyempurnaan untuk menyatukan bangsa.
4.      Ideologi nasional
Ideologi adalah aspek kenyataan politik dan sosial yang dapat mendorong integrasi nasional. Ideologi merupakan serangkaian ide yang saling berhubungan untuk menetapkan tujuan masyarakat dan memberikan beberapa petunjuk bagaimana cara mencapai     tujuan

tersebut. Ideologi harus bisa diterima oleh warga masyarakat pada umumnya, hal ini untuk mempengaruhi dan menyentuh pikiran dan hati masyarakat luas.
5.      Kesempatan dan perluasan ekonomi
Kesempatan juga dimungkinkan untuk memberikan kontribusi mendorong terjadinya integrasi nasional. Adanya perluasan ekonomi juga dapat memperluas kesempatan dan memasukkan orang-orang ke dalam kesatuan bangsa yang lebih luas.

Koentjaraningrat juga menampilkan konsep yang menyangkut aspek-aspek yang berkaitan dengan antar berbagai bagian masyarakat. Koentjaraningrat mengatakan bahwa aspek-aspek ini harus diperhatikan dalam analisis hubungan  antara suku bangsa, aspek yang perlu diperhatikan antara lain:
1.      Sumber-sumber konflik
Konflik merupakan hal yang paling menghambat proses integrasi nasional. Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal yang berpotensi menjadi penyebab suatu konflik. Hal ini diperlukan guna meminimalisir terjadinya konflik di tengah masyarakat.
2.      Potensi untuk toleransi
Sikap toleransi atau menghargai keberadaan suku budaya lain merupakan suatu sikap yang dapat mendorong tumbuhnya suatu itegrasi nasional. Dengan sikap menghargai dan menerima setiap perbedaan yang ada mampu menciptakn iklim yang harmonis di tengah masyarakat. Dengan adanya iklim yang harmonis ini dirasakan bisa mendorong terjadinya kesatuan di tengah masyarakat.
3.      Sikap dan pandangan antar suku bangsa dan golongan Menggilankan pandangan curiga dan prasangka buruk terhadap bangsa lain dapat meminimalkan konflik. Memandang setiap perbedaan adat dan budaya sebagai suatu anugrah dan keindahan yang Tuhan rahmatkan bagi umat manusia. Dengan begitu tidak ada lagi sikap-sikap yang menganggap diri lebih baik dan menganggap orang lain adalah buruk, karena pada dasarnya adalah semua baik, semua benar, dan semua indah.

4.      Tingkat masyarakat dimana hubungan dan pergaulan suku bangsa dapat berlangsung
Adanya interaksi yang baik antar suku dan golongan dapat menciptakan kerukunan yang dapat menimbulkan terjadinya persatuan dan kesatuan. Perlu diadakan dialog lintas budaya agar banyak orang dapat mengenal dan mempelajari setiap adat budaya yang berbeda. Sehingga dengan begitu rasa saling menghormati dan saling memiliki bisa dirasakan oleh semua orang.

LEMBAGA-LEMBAGA PEMERSATU
1.      Sistem pendidikan nasional
Sistem pendidikan nasional menjadi alat integrasi nasional. Pendidikan nasional mulai dari SD sampai Perguruan Tinggi, menjadi alat pemersatu baik melalui kurikulum nasional, bahasa pengantar maupun sistem rekrutmen siswa, mahasiswa maupun tenaga pengajar yang bersifat nasional. Sifat integratif lainnya adalah pemakaian bahasa pengantar yakni bahasa Indonesia sebaga bahasa nasional disamping penggunaan bahasa lokal/daerah yang diberlakukan untuk pendidikan tingkat SD/SLTP. Cara ini akan memudahkan integrasi ke dalam sistem nasional dan sosialisasi yang sama untuk seluruh warga negara.
2.      Kemajuan komunikasi dan transportasi
Peranan media masa nasional seperti koran, majalah, TVRI, RRI cukup penting di Indonesia sebagai alat integrasi nasional. Banyak koran maupun media masa lainnya yang terbit di Jakarta tetapi penyebarannya menjangkau sampai ke seluruh kabupaten- kabupaten, begitu juga koran lokal yang mampu menembus    pasar

ke daerah lainnya. Alat komunikasi lainnya adalah telepon, yang mengalami perkembangan pesat juga memilki sifat integratif Perkembangan yang cepat dalam bidang transportasi mengakibatkan terjadinya mobilitas geografis penduduk dapat  lebih cepat, aman, nyaman, dan murah. Bentuk mobilitas penduduk dapat transmigrasi, migrasi maupun turisme baik antar daerah, nasional, regional bahkan global. Meningkatnya kegiatan mobilitas penduduk dan turisme nasional maupun lokal membawa dampak memperkuat rasa kesatuan dan kebangsaan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Zack Tabudlo - Give Me Your Forever Lyrics

  Do you remember When we were young you were always with your friends Wanted to grab your hand and run away from them I knew that it was ti...