Senin, 21 Agustus 2017

Nilai nilai yang berpengaruh dalam pembuatan keputusan



Nilai nilai yang berpengaruh dalam pembuatan keputusan

Apakah proses pembuatan keputusan yang dipilih oleh para pembuat keputusan (decision-makers) menganut model model rasional komprehensif, inkremental, kepuasan, kualitati optimal, sistem, atau mixed scanning, mereka harus mempunyai landasan untuk melakukan pilihan pilihan itu. Artinya, para pembuat keputusan harus mempunyai kriteria kriteria tertentu untuk menetapkan pendekatan yang dipakai. Beberapa ‘’keputusan’’ yang diambil mungkin merupakan hasil kesempatan yang memang ada, kurang hati hati, pilihan pilihan serampangan, atau tidak melakukan tindakan yang membuat tindakan tindakan lain berlaku, tetapi kebanyakan tindakan yang diambil melibatkan pilihan pilihan sadar dari para pembuat keputusan. 

Persoalannya kemudian adalah kriteria (nilai nilai atau ukuran ukuran) seperti apakah yang memengaruhi para pembuat keputusan politik? Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita akan dihadapkan para banyak faktor yang berpengaruh terhadap para pembuat keputusan, seperti misalnya tekanan tekanan politik dan sosial, kondisi kondisi ekonomi, persyaratan persyaratan prosedural, komitmen komitmen sebelumnya, waktu yang sempit dan sebagainya. Selain itu, kita juga harus melihat nilai nilai pribadi para pembuat keputusan.

James anderson, meringkas nilai nilai yang dapat membantu dalam mengarahkan perilaku para pembuat keputusan ke dalam empat kategori, yaitu:

Nilai nilai politik
Pembuat keputusan (decision maker) mungkin menilai alternatif alternatif kebijakan berdasarkan pada kepentingan partai politiknya beserta kelompoknya (clientele group). Keputusan yang dibuat didasarkan pada keuntungan politik dengan dipandang sebagai sarana untuk mencapai tujuan tujuan partai atau tujuan tujuan kelompok kepentingan. Para ilmuwan politik sering menggunakan perspektif ini dalam mempelajari dan menilai pembentukan kebijakan. Perspektif lain mungkin berangkat dari keputusan keputusan khusus yang dibuat dalam rangka memenuhi kepentingan kepentingan seperti misalnya, kelompok buruh yang terorganisir, petani petani di pedesaan, atau mungkin juga kelompok kelompok lain dalam masyarakat.

Nilai nilai organisasi
Para pembuat keputusan, khususnya para birokrat mungkin dipengaruhi pula oleh nilai nilai organisasi. Organsasi organisasi, seperti badan badan administratif menggunakan banyak imbalan (reward) dan sanksi dalam usahanya untuk memengaruhi anggota anggotanya menerima dan bertindak atas dasar nilai nilai organisasi yang telah ditentukan. Seberapa jauh hal ini terjadi, keputusan keputusan inidividu mungkin diarahkan oleh pertimbangan pertimbangan semacam keinginan keinginan untuk melihat organisasi bisa hidup terus, untuk memperbesar atau memperluas program program dan kegiatan kegiatannya atau mempertahankan kekuasaannya dan hak hak istimewanya.

Nilai nilai pribadi
Usaha untuk melindungi dan mengembangkan kepentingan ekonomi, reputasi atau kedudukan sejarah seseorang mungkin pula merupakan kriteria keputusan. Seorang politisi yang menerima suap untuk membuat suatu keputusan tertentu, seperti pemberian lisensi atau kontrak menjadi contoh konkret bagaimana nilai nilai pribadi berpengaruh dalam pembuatan keputusan. Di lain pihak, presiden yang mengatakan bahwa ia tidak akan menjadi presiden pertama yang menyatakan kalah perang dan yang bertindak demikian ini, mungkin juga dipengaruhi oleh pertimbangan pertimbangan pribadi seperti keinginan untuk dicatat dalam sejarah.

Nilai nilai kebijakan
Para pembuat keputusan politik tidak hanya dipengaruhi oleh perhitungan perhitungan keuntungan, organisasi organisasi atau pribadi, namun para pembuat keputusan mungkin bertindak dengan baik atas dasar persepsi mereka tentang kepentingan masyarakat atau kepercayaan kepercayaan mengenai apa yang merupakan kebijakan publik secara moral benar atau pantas. Seorang anggota lembaga legislatif memberikan suara mendukung undang undang hak hak sipil karena ia berpendapat bahwa tindakannya secara moral benar dan bahwa kesetaraan (equality) merupakan tujuan yang diinginkan dari kebijakan publik, sekalipun ia menyadari bahwa dukungannya itu mungkin mempunyai risiko politik.

Nilai nilai ideologi
Ideologi merupakan seperangkat nilai nilai dan kepercayaan kepercayaan yang berhubungan secara logis yang memberikan gambaran dunia yang disederhanakan dan merupakan pedoman bagi rakyat untuk melakukan tindakan. Di bekas negara uni soviet, ideologi marxis dan lennis dipakai paling tidak sebagai landasan bagi perubahan sosial dan ekonomi. Walaupun di bekas negara uni soviet kadang kadang meninggalkan ideologi marxis-lennis, seperti penggunaan insentif ekonomi untuk meningkatkan produksi, namun ideologi tersebut masih merupakan sarana untuk merasionalkan dan melegitimasikan tindakan tindakan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah di masa yang lalu. Di banyak negara berkembang seperti misalnya di asia, afrika dan timur tengah, nasionalisme – yakni suatu keinginan dari rakyat atau bangsa untuk memeroleh otonomi dan perhatian yang mendalam dengan karakteristik yang mereka miliki, kebutuhan kebutuhan dan masalah merupakan faktor yang penting dalam membentuk kebijakan kebijakan luar negeri dan dalam negeri. Nasionalisme menggerakkan keinginan dari bangsa bangsa yang baru untuk memeroleh kemerdekaan dari bangsa bangsa bekas penjajah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Zack Tabudlo - Give Me Your Forever Lyrics

  Do you remember When we were young you were always with your friends Wanted to grab your hand and run away from them I knew that it was ti...