PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
(CIVIC EDUCATION)
(CIVIC EDUCATION)
Latar Belakang





Dasar Pemikiran Pendidikan Kewarganegaraan




Mengapa Pendidikan Kewarganegaran menjadi Mata Kuliah into
atau wajib?


Fungsi dan Tujuan
• “Pendidikan
Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membenuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab.”
Implementasi
Arah, Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional:


Ruang
Lingkup
Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan Kewarganegaraan
LANDASAN ONTOLOGIS (RUANG LINGKUP)
• Materi
pokok (core material) dari Pendidikan Kewarganegaraan meliputi Nasionalisme
(Bangsa dan Identitas nasional); Pancasila; Negara; Kewarganegaraan;
Konstitusi; Good Governance; Pemerintah dan Pemerintahan; Hubungan
Sipil-Militer; Hubungan Agama dan Negara; Masyarakat Madani; Demokrasi; dan
HAM.
Kompetensi
Dasar
Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan Kewarganegaraan
LANDASAN AKSIOLOGIS
Yakni fungsi atau manfaat akademis dan praktis dari ilmu
pengetahuan tersebut bagi setiap orang yang hendak mengkajinya.
Tiga kompetensi dasar yang
diharapkan:
1. Civic
knowledge; kemampuan dan kecakapan penguasaan pengetahuan yang terkait
dengan materi pendidikan kewarganegaraan.
2. Civic
attitude; kemampuan dan kecakapan sikap kewarganegaraan, seperti:
kesetaraan, kepekaan sosial, dan kebersamaan.
3. Civic
skills; kemampuan dan kecakapan mengartikulasikan kewarganegaraan
seperti: kemampuan berpartisipasi dalam penyelenggaraan demokrasi dan kebijakan
publik (menekankan perilaku kritis dan partisipatoris).
Perilaku
yang diharapkan melalui PK
Hakikat Pendidikan :
Pendidikan Kewarganegaraan dimaksudkan agar kita memiliki
wawasan kesadaran bernegara untuk bela negara dan memiliki pola pikir, pola
sikap dan perilaku sebagai pola tindakan yang cinta tanah air berdasarkan
Pancasila, agar tetap utuh tegaknya NKRI.
Pendidikan
Kewarganegaraan
yang Berhasil :
yang Berhasil :
• Akan
membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggungjawab dari peserta
didik. Sikap ini disertai dengan perilaku yang:
1. Beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan YME dan menghayati nilai-nilai falsafah bangsa.
2. Berbudi
pekerti luhur, berdisiplin dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3. Rasional,
dinamis dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.
4. Bersifat
profesional, yang dijiwai oleh kesadaran bela negara.
5. Aktif
memanfaatkan Ilpeng dan teknologi serta seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa dan negara.
DEFINISI
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
• Pengertian
Pendidikan Kewarganegaraan.
• Konsep
Kunci yang terkait dengan perkembangan atau dinamika definisi pendidikan
kewarganegaraan:
1. Civics
2. Civic
Education
3. Citizenship
4. Citizenship
Education
CIVICS by Hendry Randall Waite:
• The science of citizenship, the relation of man,
the individual, to man in organized collections, the individual in his relation
to the state.
• (Ilmu
kenegaraan yang membicarakan hubungan manusia dengan (a) manusia dalam
perkumpulan-perkumpulan yang terorganisasi (seperti organisasi sosial, politik,
profesi); (b) individu-individu dengan negara)
Edmenson
(1958) :
• Civics is
usually defined as the study of government and of citizenship, that is, of the
duties, right and priviledges of citizenship. (Studi
pemerintahan dan kewarganegaraan, khususnya terkait dengan kewajiban, hak dan
hak istimewa antara keduanya).
• Civics oleh
para ahli acapkali disebut sebagai cabang ilmu politik. ...the elements of
political science or that branch of political science dealing with rights and
duties of citizens.
CITIZENSHIP
by Stanley E. Dimond:
• Citizenship
as it relates to school activities has two-fold meaning. In a narrow-sense,
citizenship includes only legal status in country and the activities closely
related to the political fungction-voting, governmental organization, holding
of office, and legal right and responsibility.
CIVIC
EDUCATION
(CITIZENSHIP EDUCATION)
(CITIZENSHIP EDUCATION)
Memiliki dua terjemahan utama
(bahasa Indonesia):
1. Pendidikan
Kewargaan (Tim Indonesia Center for Civic Education (ICCE) UIN Jakarta dan
Azyumi Azra.
2. Pendidikan
Kewarganegaraan dipegang dan dikembangkan oleh Tim Center Indonesian for Civic
Education (CICED), Zamroni, Muhammad Numan Soemantri,dll.
3. Substansi
dari adanya dua perbedaan tersebut adalah bahwa pendidikan kewargaan lebih
berorientasi liberal-global, dimana
peserta didik lebih dipersiapkan bukan hanya sekedar sebagai warga negara,
tetapi warga dunia atau global
society. Dekat dengan orientasi liberalisme, khususnya dalam
pengertian liberal individu (perspektif progresif-radikal/ perubahan cara
pandang yang maju ke depan dengan sangat cepat dan mendasar).
4. Sementara pendidikan kewarganegaraan berorientasi
sebaliknya, yakni peserta didik dipersiapkan sebagai warga negara kritis dan
partisipasif dengan berakar pada nilai-nilai budaya sendiri sehingga berguna
bagi dirinya juga bagi masyarakat dan negara. Kecenderungan berorientasi
nasionalisme atau kebangsaan, atau berorientasi progresif konservatif
(perubahan cara pandang dengan maju ke depan dan tetap berpijak pada
nilai-nilai budaya sendiri).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar